Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Subhanallah.. 10 Anak Gubernur Sumbar Semuanya Hafal Al-Qur'an


Salah satu sosok yang pantas diteladani adalah Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Ditengah kesibukan berbagai aktivitas, Irwan berhasil mendidik putra-putrinya dan tumbuh menjadi penghafal Al-Qur'an.

Berikut ini kisah lengkap perjalanan hidup Gubernur Irwan Prayitno dikutip dari situs irwan-prayitno.com


Masih kuliah S1 di Universitas Indonesia (UI) 1985 lalu, Irwan Prayitno sudah menikah. Tepatnya sekitar 31 tahun yang lalu, di usianya yang ke-22, dia mempersunting seorang wanita bernama Nevi Zuairina. Seorang gadis yang juga mahasiswi di kampus tersebut. Dia mahasiswi semester tiga.

Hampir setahun kemudian, masih kuliah juga, Irwan dikaruniai seorang anak. Sejak itulah dia harus berpikir lebih keras bagaimana mencari nafkah. Semua peluang dimaksimalkan. Mulai dari mengajar SMA-SMA swasta hingga berdakwah dari masjid ke masjid.

Pada 1988 setelah tamat kuliah dia istri serta anak pindah ke Padang, mulai merintis Yayasan Pendidikan Adzkia. Awalnya cuma berupa lembaga kursus. Lama-lama berkembang dan membuka taman kanak-kanak, dan perguruan tinggi. Karena lama membina mengembangkan yayasan, membuat dia semakin mapan, 1995 Irwan melanjutkan kuliah S2 dan S3 di Universitas Putra Malaysia (UPM) Selangor. Anak dan istri juga dibawa.

Dia juga mengajar di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Seiring berjalan menulis banyak buku. Meraih gelar profesor. Pada 1999 Irwan jadi anggota DPR tiga periode. Periode ketiga dia cuma setahun karena terpilih menjadi gubernur. Sekarang jabatan gubernurnya sudah periode kedua.

Hidup Irwan Prayitno, berpindah-pindah. Sibuk luar biasa. Namun demikian, sepuluh anaknya semua menghafal Al-Qur'an (Hafiz) dan berhasil menduduki bangku perguruan tinggi ternama di Indonesia bahkan di luar negeri.

Bagaimana Irwan Mendidik Anaknya? 

Hal menarik dari keluarga Irwan adalah tanpa memiliki pembantu rumah tangga, di tengah rutinitasnya yang begitu sibuk. 

Kuliah sambil bekerja, mendirikan yayasan, melanjutkan pendidikan, jadi dosen, jadi anggota dewan, hingga menjadi gubernur. 

Bahkan ketika sedang kuliah S2 dan S3 di Malaysia dia sudah memiliki lima anak, tapi sempat juga berdakwah ke London, Inggris. Tugas-tugas perkuliahan dikerjakan di perjalanan, dalam mobil, pesawat dan kereta api.

“Yang penting itu orang tua harus punya rasa tanggung jawab kepada anaknya. Rasa tanggungjawab itu diwujudkan dalam bentuk kepedulian,” tutur Irwan asli Taratak Paneh, Kecamatan Kuranji, Padang itu.

Sesibuk-sibuk apapun orang tua, karena dalam dirinya punya tanggungjawab, pasti dia peduli dengan anaknya. “Menyisihkan waktu untuk ketemu, untuk menelepon, dan SMS, untuk bersamanya. Sesibuk-sibuk apapun,” katanya.

Orang sibuk itu pasti punya rumah tempat dia kembali, istirahat dan berkumpul bersama keluarga. Walau pulang sudah larut malam, kemudian anak-anak sudah tidur, pasti subuh mereka sudah bangun.

Mereka masih di rumah, sebelum berangkat sekolah. “Kita kan juga ada di rumah. Pasti ketemu tiap hari. Kalau pun dinas ke luar daerah seperti ke Jakarta kan tidak tiap hari,” katanya.

Bangun tidur itu, setelah shalat subuh berjemaah, bisa berbincang-bincang dengan anak. “Kasih nasihat, ya ngobrol apa saja, tentang sekolah dan lainnya,” ujarnya.

Pulang malam juga tidak tiap hari. Kadang sore juga sudah pulang, ketemu juga dengan anak. Jadi, kalau orang bertanggungjawab pas-ti ada pikiran terhadap anak.
“Anak saya di Jakarta. Seminggu sekali saya tugas ke Jakarta. Tidak mungkin dari pagi, siang, hingga malam rapat bersama menteri. Pas malam kan bubar. Saya telepon anak untuk makan malam. Ketemu, ngobrol agak sejam,” katanya.

Itu baru di segi waktu fisik saja, sambung Irwan, sekarang teknologi komunikasi sudah canggih. Sudah ada aplikasi Whatsapp (WA) di HP. “Habis ini saya ingin naik mobil ke Bukittinggi. Dalam perjalanan kalau tidak menelepon, pasti buka WA. Ya udah komunikasi. Jadi setiap saat saya tahu di mana kesepuluh anak saya itu berada, lagi ngapain,” katanya.

“Urusan dengan ibunya ada pula. Kalau urusan minta-minta uang itu sama saya. Uang jajan, uang harian, begitu pun dengan minta isikan pulsa, dan lainnya. Komunikasi terus. pas komunikasi itu nanti masuk pesan, nasehat, jadi terkontrol semua anak-anak saya,” ujarnya.

“Saya punya anak sepuluh yang sudah nikah tiga. Ada yang di UI, IPB lagi ngapain, ada yang kehilangan dompetnya. Yang di UI baru selesai Sabtu lalu, yang di IPB baru ujian tengah semester, yang ekonomi lagi magang, tadi pagi yang SMA kelas tiga dengah ujian,” katanya.

10 anaknya yakni Jundi Fadhlillah pernah kuliah Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Jurusan Manajemen dan di Southern New Hampshire University, US.

Kedua, Waviatul Ahdi di Fakultas Kedokteran Gigi UI. Ketiga, Dhiya’u Syahidah di SBM ITB, Westminster University, UK.

Keempat, Anwar Jundi kuliah di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan IPB.

Kelima, Atika kuliah di FE UI. Enam, Ibrahim kuliah di Jurusan Teknik Kimia UI. Tujuh, Shohwatul Islah di SMA 1 Padang. Delapan, Farhana di SMA 1 Padang. Sembilan, Laili Tanzila di SMPIT Adzkia. Sepuluh, Taqiya Mafaza di SDIT Adzkia.

Pendidikan Agama

Bagi Irwan dalam mendidik anak itu cuma satu yaitu agamanya. Kalau sudah agamanya dididik, sudah aman, Insya Allah.

“Shalatnya, baca alqurannya, belajar agamanya, ya udah, itu aja. Makanya anak saya ketika di pendidikan dasar dan menengah di pesantren semua,” ujarnya.

Dengan tahu agama mereka jadi baik kepada orang tua. Mereka tahu cara belajar dengan sungguh-sungguh. “Jadi tidak perlu diatur, disuruh-suruh, nggak macam-macam, nggak nakal-nakal. Karena agama semua,” ujarnya.
Istrinya Nevi sampai anak ketujuh murni ibu rumah tangga. Sejak anak kedelapan, sembilan, sepuluh, mulai bisnis. “Ketika yang paling kecil sudah masuk TK, ya ibunya buka restoran 6 buah, minimarket 5 buah, ada bisnis properti. Ada banyak usahanya, macam-macam,” ujar Irwan.

Mencuci baju 

Dalam mendidik anak, Irwan tidak ada mengenal kata susah. Susah dan tidak susah itu berasal dari diri sendiri, bukan pada anak-anak. “Kalau diri sudah mengatakan susah, semuanya susah. Hujan kalau hati susah, susah juga. Panas susah saja. Sebaliknya kalau kita menganggap hujan senang, panas senang, kan tidak ada yang susah,” katanya.

Misalnya anak nangis, kalau hati mengatakan susah, ya susah juga. “Tapi kalau saya anak menangis, senang. Alhamdulillah. Ndak apa-apa nangis, namanya anak-anak, biasa. Kalau orang besar nangis itu baru masalah. Kalau kita nggak ikhlas punya anak ya susah semua,” katanya.

Semua dilakukan bersama istri. Tidak mungkin sendirian, soalnya tidak ada pembantu. “Minimal saya cuci baju, istri saya memasak. Antar jemput sekolah saya. Ketika sudah di DPR baru pakai sopir. Tapi sebelum di DPR, di sini (Padang) saya antar jemput anak sekolah. Pakai motor atau mobil,” katanya.

Setelah panjang wawancara, jam sudah menunjukkan pukul 16.10 WIB.

“Apalagi, cukup?” kata Irwan yang terlihat hendak mengakhiri pembicaraan.

“Kalau masih ada nanti ditelepon saja. Bisa, nanti saya sisihkan waktunya,” kata Irwan sambil bersiap berangkat ke Bukittinggi. (*)
 
Sumber : islamedia.com

INGAT !! Jangan Malu Terlihat Miskin, Malulah saat Pura-Pura Kaya..!!! Yang Setuju Share Yaa..



Jangan malu terlihat miskin malulah saat kita pura pura kaya, dan jangan sampai menjalani hidup dengan selalu lihat “ke atas”, namun coba untk lihat kebawah. Jadi bila hal semacam itu anda lakukan, nikmat hidup itu akan jauh lebih terasa indah meskipun anda datang dari keluarga yang sederhana.

Jangan pernah malu pada orang tuamu meskipun mereka hanya seseorang petani, pedagang kecil maupun tukang becak. Sepanjang mereka berjuang untuk yang halal, maka anda pantas berbangga pada mereka.

Jadi mengapa anda harus malu, yang patut anda malukan yaitu bila orangtua yaitu beberapa orang yang melakukan pekerjaan dengan penuh penipuan serta kecurangan.

Singkirkan semua bentuk gengsi, lantaran hidup bukanlah permasalahan harta atau pekerjaan elegan. Mulai lah berupaya serta tetaplah bantu dan hormati orang tuamu dalam mencari rejeki yang halal. Lantaran tak ada yang patut dimalukan sepanjang anda berjuang untuk suatu hal yang halal.
 
Saat orang tuamu tengah tidur, cobalah pandangilah wajahnya. Pandangilah serta resapi dengan hati, maka anda dapat rasakah kepenatan yang mereka rasakan selama seharian. Namun, saat anda yaitu anak yang berbakti, suka membantu dan tak pernah malu pada mereka.

Jadi sebenarnya mereka mempunyai jiwa yang begitu kuat. Lantaran mereka yakin, dengan semua usaha yang mereka kerjakan, mereka meyakini kalau anda akan jadi orang yang sukses, orang yang akan membawa pergantian pada keluargamu sendiri.

Mereka berusaha keras supaya anda dapat bersekolah maupun kuliah. Jadi ketika itu anda bakal mempunyai tanggung jawab yang besar, jadi jalanilah pekerjaan mu sebagai siswa maupun mahasiswa/wi dengan baik. Pekerjaan utamamu hanya jadi siswa atau mahasiswa/wi yang berpendidikan, hingga satu waktu nantinya.

Anda lulus serta dapat memperoleh pekerjaan maupun bangun satu usaha yang jauh tambah baik, jadi jangan sampai lupakan mereka yang telah mengantarkanmu pada titik tersebut .

Setiap orangtua senantiasa menyimpan harapan yang besar pada anaknya. Jadi perjuanganmu untuk dapat jadi orang yang sukses yaitu bentuk rasa sukur serta terima kasihmu pada mereka.

Meskipun orangtua tak pernah meminta, namun anda mesti tau, kalau itu cuma akan muncul dari kesadaran sendiri saja. Mereka selalu berdo’a supaya anda dapat jadi orang yang hebat, orang yang bakal membawa pergantian pada keluarga.
 
Sumber : merdekasiana.com

Subhanaallah!! Sungguh Mulia Hati Seorang Gadis Ini, Lihatlah Apa yang Dilakukan Gadis Ini, Sungguh Mengejutkan ...

gambar ilustrasi

  Membantu orang lain memang memerlukan kekuatan iman. Pasalnya, pendorong utama seseorang mau membantu kesulitan orang lain tidak semata-mata tersedianya harta yang cukup, tetapi iman yang kuat.

Tanpa iman dan rasa kepedulian yang kuat, sangat kecil kemungkinan seseorang mau merelakan sebagian dari yang dimilikinya untuk membantu kesulitan orang lain.

Kisah di bawah ini bisa jadi akan membuka mata hanti anda untul lebih peka dengan kesulitan orang lain dalam berbagai situasi dan kondisi dikutip dari akun Facebook Naomi Azura.

Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan. Setelah mengambil segala barang yang saya butuhkan, saya pun buru buru menuju antrian di kasir.
Didepan saya ada seorang gadis pake baju pink berpenampilan menarik dan didepan gadis itu ada seorang ibu ibu berpenampilan sederhana dengan 2 orang anaknya yang sedang menghitung belanjaan mereka di kasir.
"Total seluruhnya 150 ribu bu", kata si neng penjaga kasir tersenyum ramah setelah menjumlahkan seluruh barang belanjaan si ibu. Ibu itu segera membuka dompetnya ... uangnya recehan semua dan sedikit lusuh, lalu dia menghitungnya satu persatu dengan wajah tertunduk

 .Kedua anaknya berdiri memperhatikan ibu mereka sambil sesekali memegang tangannya, keduanya terlihat tidak sabar. Antrian di supermarket pun semakin panjang, maklum tanggal muda...

Saya lihat wajah si ibu pucat  terlihat jelas ia kebingungan sebab ternyata uang yang ada di dompetnya kurang..

Ia mulai cerminan berfikir untuk mengembalikan sebagian barang belanjaan yang diambilnya ... seketika tiba-tiba saja ...

Anak gadis di depan saya lalu membungkuk sambil memungut uang
50 ribuan yg ada di lantai dan menyodorkannya ke pada ibu itu :
"Ini bu, hati hati bu kalau menghitung uang .., ini ada selembar uang ibu yang jatuh "
Si ibu yang bengong seperti tak percaya ... dengan tangan bergetar mengambil dan menerima uang itu...

Dengan tatapan mata penuh syukur ia memandang pada si gadis tersebut
Setelah membayar di kasir dengan cerminan gembira kedua anaknya menenteng kantong plastik belanjaan berlalu pergi.

Gadis itu membayar belanjaannya kemudian ia juga segera pergi...
Saya lalu kejar sambil tergesa-gesa menyusul dia...

Setelah bertemu si gadis tersebut
Saya berkata : "Dek saya tahu...

tadi kamu dengan sengaja menjatuhkan uang 50rb kamu.. buat kamu kasihkan sama si ibu yang tadi itu ... saya lihat karena saya berada tepat dibelakang kamu ...

Bagaimana kamu bisa mendapat ide itu?"
Gadis itu dengan santun menjawab:

"Saya tidak ingin si ibu itu malu dihadapan kita dan anak-anak nya... karena itu Tuhan menggerakkan hati saya untuk spontan mengerjakan apa yang bapak lihat "...

Ternyata bila hati menginginkan kebaikan... Tuhan akan membantu hamba NYA melakukan kebaikan itu... sungguh, kebaikan itu hanya mudah dilakukan bagi orang yang memang menginginkannya..
.
 
sumber: beritaislamiindah/islamberbagi.com

KISAH INSPIRATIF: SEORANG PEMUDA YANG HIDUP SELAMA 17 TAHUN DIDALAM KUBURAN

gambar ilustrasi

Kisah Seorang Pemuda yang hidup 17 Tahun di dalam kubur !! 

Pernahkah anda mengetahui Kisah ini, kisah seorang pemuda selama 17 tahun hidup di dalam kuburan.
Anda mungkin mengira bahwa ia tinggal di daerah dekat kuburan.
Tidak! Dia tidak tinggal di daerah dekat kuburan, tapi ia tinggal di dalam kuburan itu sendiri. Bagaimana kisahnya?
Anda mungkin tidak akan mempercayai kisah ini, karena pemuda ini lahir dari keluarga berada. Ayah dan ibunya orang terpandang dan memiliki kekayaaan yang berlimpah.
Orang-orang tidak tahu bahwa kedua orangtua terpandang inilah yang memasukkan anaknya ke dalam kuburan dan menjalani hidup selama 17 tahun di dalam kuburan!
Setiap hari, sang anak makan, minum dan tidur di dalam kuburan, yang penuh kegelapan. Sang Anak juga hanya bisa menjalani apa yang diberikan orangtuanya, tanpa perlawanan.
Menjelang ulang tahun pemuda itu yang ke-17, orang tuanya berjanji akan mengabulkan apa pun permintaan si pemuda sebagai hadiah ulang tahunnya.
Sang pemuda berpikir, inilah saatnya dia akan mengajukan permintaannya.  Ia tidak ingin lagi tinggal di kuburan, tapi apakah orangtuanya benar-benar akan mengabulkan permintaannya?
Hari itu pun tiba, Sang Pemuda berulang tahun yang ke-17.
Kedua orangtuanya datang dan menghampiri dan menanyakan hadiah apa yang ia inginkan. Sang pemuda menjawab, "Ayah, ibu... saya tidak meminta banyak, saya hanya minta satu hal.”
"Apa, Nak? katakanlah, Ayah dan ibu pasti akan mengabulkan permintaanmu," pinta Ayahnya.
"Ayah dan ibu berjanji?" balas si pemuda.
"Tentu, nak. Ayah dan ibu berjanji akan memenuhi permintaanmu, selama kami mampu,” jawab Ayahnya.
"Ayah...Ibu... saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan," kata si pemuda.
"Apa? apa maksud permintaanmu itu, Nak? Jawab si Ayah penuh heran.
"Ayah sudah berjanji akan mengabulkan permintaanku dan itu permohonanku, Yah."
"Iya, Nak. Ayah sudah berjanji.... tapi... tapi Ayah tidak mengerti Nak?"
"Ayah, sudah 17 tahun saya tinggal di sini tapi tidak seharipun saya mendengar Ayah atau Ibu membaca Al-Quran,” kata si pemuda.
Sedangkan Rasulullah pernah mengatakan, "Bahwa rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Quran di dalamnya adalah seperti kuburan.  Saya tidak ingin tinggal di kuburan, Yah," pinta si pemuda.

Ayah dan Ibu sang Pemuda terdiam.
"Ayah dan ibu tidak pernah mengajariku bagaimana membaca Al-Quran. Memang rumah ini mewah, besar dan orang-orang melihatnya sebagai istana. Tapi mereka tidak tahu, bahwa di mata Rasulallah rumah ini seperti kuburan.,”
“Jika Ayah dan Ibu mau menepati janji mengabulkan permintaanku, tolong Yah. Aku tidak ingin lagi tinggal di kuburan,”
Ajarilah aku membaca Al-Quran, agar rumah ini bercahaya dengan cahaya Al-Quran.
Kisah di atas menjadi bahan instrospeksi bagi kita. Renungkan, di manakah kalian selama ini makan, minum, tidur dan menetap? Di rumahkah? di Koskah? Di Kontrakankah? ataukah di kuburan?
Karena Rasulullah mengibaratkan rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Quran di dalamnya, seperti kuburan..
Jadi dimanakah sebenarnya kalian tinggal saat ini?
Dalam pandangan masyarakat sekitar, kedua orangtua ini adalah orangtua yang sempurna. Namun orang hanya bisa melihat apa yang tampak.
Bila dirasa kisah ini bermanfaat, tolong bagikan kpd sahabat2 anda! dan semoga bermanfaat!! 

sumber: merdekasiana.com

Inilah 5 Sinetron Paling MENDIDIK di Indonesia ...

Sinetron Masa Lalu Paling MENDIDIK di Indonesia, No 4 Kalian Pasti Tau Dong !!

Dunia hiburan khususnya sinetron dan perfilm-an merupakan salah satu peluang dan lahan bisnis yang menjanjikan. Tak heran jika saat ini sudah banyak rumah produksi yang saling berlomba membuat sebuah hiburan sinetron yang digemari oleh banyak orang khususnya masyarakat Indonesia. Namun ironisnya saat ini banyak tayangan sinetron yang dirasa sangat berlebihan jalan ceritanya dan kurang mengandung pesan moral kepada penonton setianya.
Tak heran jika banyak kelompok masyarakat yang mengeluhkan dan protes dengan kualitas sinetron yang saat ini banyak tayang di beberapa statiun swasta di Indonesia. Padahal jika menilik kebelakang sebenarnya Indonesia telah punya beberapa sinetron hiburan yang kaya akan pesan moral dan pendidikan kepada setiap penontonnya. Seperti Sintetron Keluarga Cemara dan Lorong waktu yang senantiasa menemani waktu luang di bulan puasa.
Sinetron seperti itulah yang diharapkan dan dinantikan oleh beberapa kelompok masyarakat, bukan sinetron yang penuh dengan isi percintaan dan pekerlahiaannya. Sebagai pengenang dan juga penikmat sinetron mendidik di masa lalu, berikut anakregular informasikan empat sinetron di masa lalu Paling bermutu dan mendidik di Indonesia :

Sinetron Lorong Waktu Pengisi Waktu di Bulan Ramadhan

Di awal tahun 2000 an sinetron yang satu ini selalu muncul di setiap edisi ramadhan. Yah sinertron dengan genre religi ini memang di khususkan tayang hanya para bulan suci ramadhan saja. Namun saat ini setelah para pemainnya sibuk di dunia nya masing-masing sinetron Lorong waktu tak pernah muncul lagi di layar televisi Indonesia. 
Sinetron Masa Lalu Paling Mendidik di Indonesia
Padahal pada masanya sinetron ini sangatlah fenomenal dan sukses merebut hati para penonton dalam enam musim. Sinetron yang bercerita tentang Addin (dipernkan Dicky Candra) seorang anak yatim piatu yang kala itu dijadikan anak angkat oleh Haji Husin (di perankan Deddy Mizwar) dan kemudian di sekolahkan baik sekolah agama maupun sekolah formal. 
Kemudian ia menemukan sebuah mesin waktu yang dapat mengantarnya bepergian lintas waktu hanya sekali tekan tombol enter. Sinetron ini pertama kali ditayangkan pada tahun 1999 hingga 2006.

Sinetron Jendela Rumah Kita Fenomenal dan Mendidik di TVRI  

 Sinetron ini ditayangkan di stasiun TVRI sekitar tahun 1989. Berkisah tentang seorang pemuda bernama Jojo (Dede Yusuf) yang berani serta jujur. Dengan sikap keberanian dan kemampuan ia berkelahi, ia membela siap membela orang-orang yang lemah karena tertindas. Jojo digambarkan seperti super hero pada tahun 1980-an. Sinetron ini mempopulerkan aktris Desi Ratnasari sebagai pendatang baru.

Sinetron Si Doel Anak Sekolahan Pengejar Cita Cita 

AnakRegular | Mungkin inilah sinetron yang tak akan pernah dilupakan khususnya oleh warga jakarta Asli. Yah sinetron yang bercerita tentang kehidupan akan betawi yang ingin mengejar cita-citanya menjadi seorang insinyur ini memang begitu sarat akan makna. Apalagi soundtrack yang digunakan pada sinetron ini sungguh sangat melegenda.
"Anak betawi ketinggalan jaman, katenye. Anak betawi gak berbudaye, katenye. Aduh sialan, si Doel anak betawi asli, kerjaannye sembahyang mengaji, tapi jangan bikin die sakit hati."
Sinetron Masa Lalu Paling Mendidik di Indonesia
Dari penggalan lirik di atas menggambarkan bahwa si Doel seorang anak betawi asli yang ingin mengejar cita-citanya dan berpendidikan tinggi. Si Doel (Rano Karno) di sela-sela waktu kuliahnya menarik oplet milik sang Babeh (Benyamin Sueb). 
Emak (Aminah Cendrakasih) memiliki warung kelontong untuk membantu mencukupi kehidupan keluarga. Sedangkan sang adik Atun (Suti Karno) membuka usaha salon kecil-kecilan karena telah lulus kursus salon. Sang paman Mandra selalu menemani Doel menarik oplet milik sang ayah.
Sinetron ini sempat menarik perhatian pemirsa hingga 162 episode dalam 7 season. Tayang pada 12 Maret 1994 hingga 26 Juni 2006.

Sinertron Keluarga Cemara Yang penuh dengan Pesan Pendidikannya

| "Harta yang paling berharga adalah keluarga, puisi yang paling indah adalah keluarga," demikian soundtrack Sinetron Keluarga Cemara yang tentunya sudha tidak asing lagi. Jika dilihat dari soundtrack lagu tersebut, Sinetron Keluarga Cemara sangat menjunjung arti kebersamaan keluarga. 
Abah (Adi Kurdi) sehari-hari bekerja sebagai supir becak untuk menghidupi keluarga kecilnya. Sedangkan emak (Novia Kolopaking), untuk membantu Abah mencukupi kebutuhan sehari-hari, Emak berjualan opak dan Euis (Ceria HD) putri sulungnya yang duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar membantu memasarkan opak buatan Emak. 
Sinetron Masa Lalu Paling Mendidik di Indonesia
Saat itu Abah pernah mengalami masa jaya dan memiliki perusahaan, namun sewaktu ketika kehidupan langsung berbalik. Perusahaan Abah bangkrut dan demi menyambung hidup akhirnya Abah memutar otak untuk menghidupi keluarga kecilnya, dengan menarik becak. Abah memiliki tiga putri antara lain Euis, Ara (Anisa Fujianti) dan Agil (Pudji Lestari).
Sinetron Keluarga Cemara tayang sejak 6 Oktober 1996 hingga 28 Februari 2005 dengan jumlah episode 412 dalam 3 season. 
 
[sumber:anakreguler.com]

Maaf Ayah dan Ibu, Aku Masih Belum Bisa Memberi Sesuatu, Tapi Aku sedang Berusaha Semampuku

Ayah dan Ibu, Aku ingin mengatakan kepada kalian bahwa anakmu kini sudah mulai beranjak dewasa. Namun ada hal yang belum bisa aku berikan untuk kalian berdua, hal yang dulu aku janjikan, dan entah sekarang aku ragu untuk bisa mewujudkannya atau tidak. Akan tetapi aku terus berusaha dan berjuang agar apa yang ingin aku berikan kepada ayah dan ibu bisa terjadi dan membuat kalian berdua bangga mempunyai anak sepertiku.




Ingin Rasanya Ayah dan Ibu berhenti bekerja, duduk dengan tenang sembari melakukan hal kecil. Hingga saatnya aku pulang ke rumah, kan kudapati senyuman hangat dari kalian berdua untuk obat lelahku.

Akan tetapi, apa dayaku yang hingga kini masih berjuang untuk kalian. Hidup di dunia yang nyata selepas perjuanganku dibangku kuliah tak semudah yang aku harapkan. Dulu aku berangan-angan untuk mendapatkan posisi terbaik dalam bekerja dan gaji yang setinggi-tingginya. Tapi kenyataan selalu menampar muka jika aku membayangkan hal semacam itu sekarang.


Dulu aku pernah berkata bahwa ketika nanti aku sudah bekerja, aku akan mengajak ayah dan ibu kemana saja, membelikan setidaknya makanan di sebuah restoran, sampai merencanakan masa depan yang bahkan aku sendiri pun tidak tahu kapan bisa terjadi. Senyum kalian juga masih sama ketika kenyataan yang aku terima belum bisa membahagiakan kalian berdua, kenyataan dimana gajiku saat ini hanya cukup untuk diriku sendiri.

Sama seperti dulu, aku pun berjanji akan membelikan ini dan itu suatu saat kelak. Membuat kalian percaya dengan usahaku yang ku mulai saat ini. Itupun dengan harapan yang besar agar aku berhasil kedepannya. Namun selalu saja sama, untuk saat ini aku hanya bisa memberikan janji untuk berusaha lebih keras lagi.


Senyuman yang masih sama dengan berjuta harapan dan doa, menunggu kapan tiba saatnya anakmu ini berhasil. Bukan karena ayah dan ibu ingin mendapatkan semua janji yang aku berikan. Namun lebih kepada rasa bangga yang telah anakmu torehkan bila suatu saat nanti aku bisa menjadi seseorang yang berhasil.

Meskipun tidak sepadan dengan apa yang kalian lakukan dari mulai aku belum mengerti tentang dunia, hingga aku berjuang demi hidupku sendiri. Selama aku masih masih bisa aku akan tetap berusaha, untuk rasa terima kasih dan rasa syukurku karena telah mengenal kalian berdua sebagai malaikat yang dikirimkan Tuhan untukku. Ayah dan Ibu.
 
Sumber : merdekasiana.com

Menangis Hatiku, Malam Pert4ma Disuruh Masak Oleh Suami, Namun yang Terjadi Selanjutnya Sungguh Mengejutkan !!!

Menjalani hubung4n asmara dengan harmonis dan langgeng merupakan dambaan banyak pasangan. Namun, hubung4n tanpa konflik adalah hal yang bisa dibilang mustahil.

Faktanya, banyak pasangan mengalami kendala dan pertentangan dalam mempertahankan hubung4n untuk terus berjalan sesuai rencana.

Namun, konflik pasangan di Arab Saudi sungguh menarik untuk dijadikan pelajaran terutama, bagi pasangan yang baru saja melangsukan pernikahan.

Dilansir Eberita.org, usai melaksanana walimah atau rsepsi pernikahan, kedua pengantin itu segera ke apartemen. Malam ini adalah malam p2rt4ma mereka.

Keduanya masih saling terdiam di atas r4nj4ng, hanya sekali-kali beradu pandang. Tiba-tiba telepon genggam suami berbunyi. Rupanya ada beberapa orang temannya yang terlambat menghadiri walimah tadi.

“Tadi mobil kami mogok,” kata teman di balik telepon. Mereka mengabarkan posisi mereka dan akan tiba beberapa waktu lagi di apartemen, jika sang pengantin mengijinkan. Mereka tahu persis bahwa ini adalah malam p3rt4ma sehingga mereka tak mau mengganggu. Rupanya, sang pengantin tidak hanya mengijinkan, ia juga bertanya apakah mereka sudah makan.

“Belum,” jawab mereka dengan polos.

“Baiklah, nanti aku akan meminta
istriku menyiapkan makan malam untuk kalian”

“Yang benar saja. Ini malam p3rt4ma, mana mungkin ada pengantin wanita yang mau masak di malam p3rt4ma.”

“Ya kalau tidak mau tinggal aku belikan makanan yang sudah jadi,” jawabnya.

Laki-laki itu kemudian memberitahu istrinya bahwa teman-temannya akan datang. “Kita siapkan makan malam untuk mereka ya, mereka datang dari jauh. Tadi mobilnya mogok. Insya Allah ini bagian dari memuliakan tamu,” sang istri mengangguk. Meskipun dalam hati ia sebenarnya agak keberatan ada tamu di malam pert4ma mereka.

Sang suami pamit keluar untuk ke supermarket terdekat. Tak seberapa lama, ia pun kembali sambil membawa beberapa kantong belanjaan. Betapa terkejutnya sang istri, rupanya suaminya membeli bahan-bahan mentah. Bukan makanan yang sudah jadi.

“Tolong masakkan untuk tamu kita ya,” kata sang suami. Mendengar ini, tangis sang istri hampir pecah. Ia disuruh masak di malam p3rt4ma? Tapi demi mentaati suami yang baru malam ini mereka berduaan, sang istri tidak protes. Ia bergeges pergi ke dapur yang lokasinya menyatu dengan ruang tamu apartemen itu.

Sang suami tidak tahu, saat mulai memasak, mata istrinya sudah berkaca-kaca. Ia tak habis pikir mengapa ia harus masak di malam p3rt4ma. Ada butir-butir bening mulai membasahi pipinya.

Bel berbunyi. “Assalamu’alaikum…” ucap salam terdengar serentak saat sang suami membukakan pintu. Rupanya teman-temannya telah datang, tepat di saat istrinya hampir selesai memasak.

Melihat pengantin wanita itu memasak, 10 pemuda itu terpana. Mereka tak menyangka bahwa mereka akan dijamu dengan makan malam yang dimasak oleh pengantin baru.

Selesai makan dan mengucapkan selamat serta sedikit bincang-bincang, mereka undur diri. Tak lupa mereka meminta maaf karena telah mengganggu.

Ketika sang suami mengantar mereka ke depan pintu ruang apartemen, istrinya membatin. “Mungkin sebaiknya besok aku minta diantar pulang ke rumah orangtua.” Namun betapa terkejutnya muslimah itu, sang suami masuk ke apartemen sambil memberikan uang 50 ribu riyal kepadanya.

“Apa ini?”

“Ternyata tadi teman-temanku saling berjanji satu sama lain, jika engkau mau memasak di malam pertama ini, masing-masing mereka akan memberikan 5.000 riyal. Dan mereka tidak membayangkan ada istri shalihah sepertimu yang mau memasak di malam p3rt4ma demi menghormati tamu suaminya.”

Masya Allah… baru saja perasaan sang istri berkecamuk dan ingin pulang ke rumah orangtua, rupanya Allah memberikan kejutan indah kepadanya.

Berkat ketaatannya kepada suami dan menghormati tamu, Allah memberikan hadiah 50.000 riyal (setara Rp 190 juta). Selain itu, ia juga mendapat pujian dari suaminya. Sebuah tanda cinta yang menghangatkan malam p3rt4ma. Dan soal malam p3rt4ma itu, masih ada waktu. Toh baru tengah malam.

sumber: http://sumsel.tribunnews.com/-Beradab.com