Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Kainama: Saya Memeluk Islam karena Mencintai Yesus



Ahmad Kainama
Dia bernama Ahmad Kainama, memeluk  Islam sejak tahun lalu, tepatnya pada tanggal 26 Agustus, bulan suci Ramadhan. Ia mengucapakan syahadat di Masjid Agung Sunda Kelapa.

Ia adalah pria keturunan Ambon yang seluruh keluarganya memeluk agama Kristen. Tidak ada Kainama yang menjadi Islam," ujarnya. Itulah yang menyebabkan ia tidak diakui lagi oleh keluarga besarnya baik di Ambon maupun yang tinggal di Tanjung Priok, Jakarta hingga kini, karena keputusannya memeluk Islam

Pria yang dulu bernama Agustinus Christovel Kainama mengaku keputusannya menjadi muslim, bukan karena ia mempelajari Al-Quran, melainkan karena ia memperdalam Injil sebagai kecintaannya kepada Yesus. Pada mulanya ia adalah sorang pendeta yang bertugas sejak 2005.

Ia bahkan pernah ke Yerussalem hingga ke Leiden untuk kuliah jurusan Liturgi Teologi, itu semua ia lakukan dengan biaya gratis yang ditanggung oleh Gereja Zebaot, Bogor, gereja di mana ia bertugas menjadi pendeta. Sekolah teologinya dibiayai oleh gereja itu mulai dari S1 di STT (Sekolah Tinggi Teologi) Jakarta, sampai menjadi orang sukses.

Apa yang membuat ia berubah? Rupanya setelah ia mempelajari Injil, ia memahami Nabi Isa ternyata juga menjalankan puasa, shalat, disunat, wudhu, tahajud dan bersedekah. “Semua itu dilakukan pula oleh umat Islam,” ujarnya. Saat sudah begitu dalam mengkaji Injil, ia malah memutuskan menjadi muslim karena apa yang dilakukan oleh Yesus.

Baginya itu adalah keputusan yang tepat. Apalagi sejak tahun 2000 pondasi keimanannya sebenarnya mulai runtuh lantaran ia memahami surat Yohanes 21 ayat 15 yang menjelaskan "sesudah sarapan, Yesus berkata kepada Petrus. Petrus apakah engkau mengasihi aku". Bagi beliau, Yesus seorang Tuhan seharusnya tidak makan, karena ia bukan manusia. Tapi dalam ayat tadi disebutkan Yesus makan. Akhirnya Kainama mengambil kesimpulan bahwa Yesus bukan Tuhan.

Tahun 2000 sampai 2010 ialah masa tersulit bagi Kainama. Ia mengalami tekanan batin karena harus menceritakan kebohongan kepada orang-orang ketika masih menjadi sorang pendeta.

Namun sejak keimanan goyah pada tahun 2000, ia belum berani untuk memeluk agama Islam. Ia merasa nyalinya masih ciut, ia tidak tahu harus berbuat apa karena selama ini kehidupannya dibiayai oleh Gereja Zebaot.

Tapi penolakan batinnya begitu kuat. Hingga, "Pernah pada suatu kali, ketika saya ada perjalanan pekabaran Injil di Orchad, Singapura. Saat saya mau khotbah, tiba-tiba saya ketakutan, berkeringat dan gemetar dan kemudian saya memegang pinggir mimbar, sampai-sampai orang-orang yang menyaksikan mengatakan saya disentuh Roh Kudus," tuturnya. Padahal, sama sekali bukan. Ia ketakutan lantaran tak sanggup lagi melakukan kebohongan, sesuatu yang bertentangan dengan batinnya.

Atas petunjuk Allah, akhirnya keputusannya untuk memeluk Islam kian bulat. Ia mendatangi Masjid Agung Sunda Kelapa untuk membaca syahadat dan menjadi mualaf.

Setelah menjadi muslim, kehidupannya berubah. Ia merasa keyakinannya diuji karena tidak ada satu orang pun keluarganya yang menerima ia menjadi sorang muslim. Ia hidup sendiri, tanpa pekerjaan, tanpa uang, dan tanpa fasilitas selama ini yang ia miliki seperti mobil, dan baju-baju.

Sampai ia harus tinggal menumpang di Sekolah Legenda Wisata (Global Mandiri), Cibubur, dan ia tidur di studio musik. Namun ia tetap pada pendiriannya. Kemampuannya bermusik pun akhirnya malah membuat ia diterima menjadi pengajar di studio musik sekolah tersebut.

Meski keluarga semuanya memusuhi, fasilitas yang ia miliki hilang, tapi ia merasa bersyukur karena Allah telah memberikan hidayah dan kedamaian batin kepadanya. Ia beryukur telah terlahir kembali menjadi seorang muslim dan meyakini telah berada di jalan yang benar.

Sumber : republika.co.id

Waspada!! Berdasarkan Tanda-Tanda Ini, Dajjal Akan Muncul Pada Tahun 2022..??!


Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahih-nya ini, banyak ulama yang meyakini bahwa saat ini Dajjal sudah ada. Tinggal menunggu ketentuan Allah untuk keluar dari “penjara” yang mengurungnya.

Dari Fatimah bintu Qais radhiyallahu anha, ia berkata,

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكُنْتُ فِي صَفِّ النِّسَاءِ الَّتِي تَلِي ظُهُورَ الْقَوْمِ فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاتَهُ جَلَسَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَضْحَكُ فَقَالَ لِيَلْزَمْ كُلُّ إِنْسَانٍ مُصَلَّاهُ ثُمَّ قَالَ أَتَدْرُونَ لِمَ جَمَعْتُكُمْ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ إِنِّي وَاللَّهِ مَا جَمَعْتُكُمْ لِرَغْبَةٍ وَلَا لِرَهْبَةٍ وَلَكِنْ جَمَعْتُكُمْ لِأَنَّ تَمِيمًا الدَّارِيَّ كَانَ رَجُلًا نَصْرَانِيًّا فَجَاءَ فَبَايَعَ وَأَسْلَمَ وَحَدَّثَنِي حَدِيثًا وَافَقَ الَّذِي كُنْتُ أُحَدِّثُكُمْ عَنْ مَسِيحِ الدَّجَّالِ حَدَّثَنِي أَنَّهُ رَكِبَ فِي سَفِينَةٍ بَحْرِيَّةٍ مَعَ ثَلَاثِينَ رَجُلًا مِنْ لَخْمٍ وَجُذَامَ فَلَعِبَ بِهِمْ الْمَوْجُ شَهْرًا فِي الْبَحْرِ ثُمَّ أَرْفَئُوا إِلَى جَزِيرَةٍ فِي الْبَحْرِ حَتَّى مَغْرِبِ الشَّمْسِ فَجَلَسُوا فِي أَقْرُبْ السَّفِينَةِ فَدَخَلُوا الْجَزِيرَةَ فَلَقِيَتْهُمْ دَابَّةٌ أَهْلَبُ كَثِيرُ الشَّعَرِ لَا يَدْرُونَ مَا قُبُلُهُ مِنْ دُبُرِهِ مِنْ كَثْرَةِ الشَّعَرِ فَقَالُوا وَيْلَكِ مَا أَنْتِ فَقَالَتْ أَنَا الْجَسَّاسَةُ قَالُوا وَمَا الْجَسَّاسَةُ قَالَتْ أَيُّهَا الْقَوْمُ انْطَلِقُوا إِلَى هَذَا الرَّجُلِ فِي الدَّيْرِ فَإِنَّهُ إِلَى خَبَرِكُمْ بِالْأَشْوَاقِ قَالَ لَمَّا سَمَّتْ لَنَا رَجُلًا فَرِقْنَا مِنْهَا أَنْ تَكُونَ شَيْطَانَةً قَالَ فَانْطَلَقْنَا سِرَاعًا حَتَّى دَخَلْنَا الدَّيْرَ فَإِذَا فِيهِ أَعْظَمُ إِنْسَانٍ رَأَيْنَاهُ قَطُّ خَلْقًا وَأَشَدُّهُ وِثَاقًا مَجْمُوعَةٌ يَدَاهُ إِلَى عُنُقِهِ مَا بَيْنَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى كَعْبَيْهِ بِالْحَدِيدِ قُلْنَا وَيْلَكَ مَا أَنْتَ قَالَ قَدْ قَدَرْتُمْ عَلَى خَبَرِي فَأَخْبِرُونِي مَا أَنْتُمْ قَالُوا نَحْنُ أُنَاسٌ مِنْ الْعَرَبِ رَكِبْنَا فِي سَفِينَةٍ بَحْرِيَّةٍ فَصَادَفْنَا الْبَحْرَ حِينَ اغْتَلَمَ فَلَعِبَ بِنَا الْمَوْجُ شَهْرًا ثُمَّ أَرْفَأْنَا إِلَى جَزِيرَتِكَ هَذِهِ فَجَلَسْنَا فِي أَقْرُبِهَا فَدَخَلْنَا الْجَزِيرَةَ فَلَقِيَتْنَا دَابَّةٌ أَهْلَبُ كَثِيرُ الشَّعَرِ لَا يُدْرَى مَا قُبُلُهُ مِنْ دُبُرِهِ مِنْ كَثْرَةِ الشَّعَرِ فَقُلْنَا وَيْلَكِ مَا أَنْتِ فَقَالَتْ أَنَا الْجَسَّاسَةُ قُلْنَا وَمَا الْجَسَّاسَةُ قَالَتْ اعْمِدُوا إِلَى هَذَا الرَّجُلِ فِي الدَّيْرِ فَإِنَّهُ إِلَى خَبَرِكُمْ بِالْأَشْوَاقِ فَأَقْبَلْنَا إِلَيْكَ سِرَاعًا وَفَزِعْنَا مِنْهَا وَلَمْ نَأْمَنْ أَنْ تَكُونَ شَيْطَانَةً فَقَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ نَخْلِ بَيْسَانَ قُلْنَا عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ قَالَ أَسْأَلُكُمْ عَنْ نَخْلِهَا هَلْ يُثْمِرُ قُلْنَا لَهُ نَعَمْ قَالَ أَمَا إِنَّهُ يُوشِكُ أَنْ لَا تُثْمِرَ قَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ بُحَيْرَةِ الطَّبَرِيَّةِ قُلْنَا عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ قَالَ هَلْ فِيهَا مَاءٌ قَالُوا هِيَ كَثِيرَةُ الْمَاءِ قَالَ أَمَا إِنَّ مَاءَهَا يُوشِكُ أَنْ يَذْهَبَ قَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ عَيْنِ زُغَرَ قَالُوا عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ قَالَ هَلْ فِي الْعَيْنِ مَاءٌ وَهَلْ يَزْرَعُ أَهْلُهَا بِمَاءِ الْعَيْنِ قُلْنَا لَهُ نَعَمْ هِيَ كَثِيرَةُ الْمَاءِ وَأَهْلُهَا يَزْرَعُونَ مِنْ مَائِهَا قَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ نَبِيِّ الْأُمِّيِّينَ مَا فَعَلَ قَالُوا قَدْ خَرَجَ مِنْ مَكَّةَ وَنَزَلَ يَثْرِبَ قَالَ أَقَاتَلَهُ الْعَرَبُ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ كَيْفَ صَنَعَ بِهِمْ فَأَخْبَرْنَاهُ أَنَّهُ قَدْ ظَهَرَ عَلَى مَنْ يَلِيهِ مِنْ الْعَرَبِ وَأَطَاعُوهُ قَالَ لَهُمْ قَدْ كَانَ ذَلِكَ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ أَمَا إِنَّ ذَاكَ خَيْرٌ لَهُمْ أَنْ يُطِيعُوهُ وَإِنِّي مُخْبِرُكُمْ عَنِّي إِنِّي أَنَا الْمَسِيحُ وَإِنِّي أُوشِكُ أَنْ يُؤْذَنَ لِي فِي الْخُرُوجِ فَأَخْرُجَ فَأَسِيرَ فِي الْأَرْضِ فَلَا أَدَعَ قَرْيَةً إِلَّا هَبَطْتُهَا فِي أَرْبَعِينَ لَيْلَةً غَيْرَ مَكَّةَ وَطَيْبَةَ فَهُمَا مُحَرَّمَتَانِ عَلَيَّ كِلْتَاهُمَا كُلَّمَا أَرَدْتُ أَنْ أَدْخُلَ وَاحِدَةً أَوْ وَاحِدًا مِنْهُمَا اسْتَقْبَلَنِي مَلَكٌ بِيَدِهِ السَّيْفُ صَلْتًا يَصُدُّنِي عَنْهَا وَإِنَّ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَائِكَةً يَحْرُسُونَهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَطَعَنَ بِمِخْصَرَتِهِ فِي الْمِنْبَرِ هَذِهِ طَيْبَةُ هَذِهِ طَيْبَةُ هَذِهِ طَيْبَةُ يَعْنِي الْمَدِينَةَ أَلَا هَلْ كُنْتُ حَدَّثْتُكُمْ ذَلِكَ فَقَالَ النَّاسُ نَعَمْ

“Aku pernah shalat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Aku berada di shaff wanita yang berada dekat dengan punggung kaum lelaki. Tatkala Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menyelesaikan shalatnya, beliau duduk di atas mimbar sambil tertawa. Kemudian beliau bersabda, “Hendaknya setiap orang tetap berada di tempatnya”, lalu bersabda lagi, “Tahukah kalian kenapa aku kumpulkan kalian?”

“Hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”, jawab mereka.

Beliau bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku tidaklah mengumpulkan kalian karena hal yang menyenangkan atau menakutkan. Akan tetapi aku kumpulkan kalian, karena Tamim Ad-Dariy dahulu seorang yang beragama Nasrani datang berbai’at dan masuk Islam. Dia telah menceritakan kepadaku sebuah kisah yang sesuai dengan kisah yang pernah aku ceritakan kepada kalian tentang Al-Masih Ad-Dajjal.

Dia telah menceritakan kepadaku bahwa ia berlayar dalam sebuah kapal bersama 30 orang lelaki dari Suku Lakhm dan Judzam. Mereka dipermainkan oleh ombak selama sebulan di lautan. Kemudian mereka berlabuh pada sebuah pulau di tengah lautan ketika terbenamnya matahari. Mereka duduk-duduk di sekoci, lalu memasuki pulau itu.

Mereka terkejut dengan datangnya binatang yang lebat bulunya; mereka tak tahu mana depan dan belakangnya karena banyak bulunya.
Mereka berkata, “Celaka engkau, siapakah engkau?”
“Aku adalah Jassasah”.
“Apa itu Jassasah?”
“Wahai kaum, pergilah engkau kepada laki-laki di dalam istana itu. Karena ia sangat ingin mendengar berita dari kalian”.
Dia (Tamim) berkata, “Tatkala ia (si binatang) menyebutkan seorang lelaki kepada kami, maka kami khawatir jangan sampai binatang itu adalah setan perempuan”. Tamim berkata, “Kami pun pergi dengan cepat sampai kami memasuki istana tersebut. Tiba-tiba di dalamnya terdapat orang yang paling besar kami lihat dan paling kuat ikatannya dalam keadaan kedua tangannya terbelenggu ke lehernya antara kedua lututnya sampai kedua mata kakinya dengan besi”.

“Celaka anda, siapakah anda?”
Orang itu menjawab, “Sungguh kalian telah tahu beritaku. Kabarkanlah kepadaku siapakah kalian?” “Kami adalah orang-orang Arab. Kami telah berlayar dalam sebuah perahu besar. Kami pun mengarungi lautan saat berombak besar. Akhirnya, ombak mempermainkan kami selama sebulan. Kemudian kami berlabuh di pulau anda ini. Kami pun duduk-duduk di sekoci, lalu masuk pulau. Tiba-tiba kami dijumpai oleh binatang yang lebat bulunya; mereka tak tahu mana depan dan belakangnya karena banyak bulunya. Lalu kami dihadapkan kepadamu, kami takut kepadanya dan tak merasa aman jika ia adalah setan perempuan”.

“Kabarilah aku tentang pohon-pohon korma Baisan”.
“Engkau tanya tentang apanya?”
“Aku tanyakan kepada kalian tentang pohon-pohon kurmanya, apakah masih berbuah?”
“Ya”
“Ingatlah bahwa hampir-hampir ia tak akan berbuah lagi. Kabarilah aku tentang Danau Thabariyyah!!”
“Apanya yang kau tanyakan?”
“Apakah di dalamnya masih ada air?”
“Danau itu masih banyak airnya”
“Ingatlah, sesungguhnya airnya hampir-hampir akan habis. Kabarilah aku tentang mata air Zughar”
“Apanya yang kau tanyakan?”
“Apakah di dalam mata air itu masih ada air? Apakah penduduknya masih menanam dengan memakai air dari mata air itu?”
“Ya, mata air itu masih banyak airnya dan penduduknya masih bercocok tanam dari airnya”
“Kabarilah aku tentang Nabinya orang-orang Ummi, apa yang ia lakukan?”
“Dia telah keluar dari Kota Makah dan bertempat tinggal di Yatsrib (Madinah)”
“Apakah ia diperangi oleh orang-orang Arab?”
“Ya”
“Apa yang ia lakukan pada mereka?”
Lalu mereka memberitahu Dajjal bahwa sungguh Nabi Muhammad telah berkuasa atas orang-orang yang ada di sekitarnya dari kalangan Arab dan mereka menaatinya”
“Apakah hal itu sudah terjadi?”
“Ya”
“Ingatlah bahwa hal itu lebih baik bagi mereka untuk menaatinya. Sekarang aku kabari kalian bahwa aku adalah Al-Masih (yakni, Al-Masih Ad-Dajjal). Sungguh aku hampir diberi izin untuk keluar. Aku akan keluar, lalu berjalan di bumi. Aku tak akan membiarkan suatu negeri, kecuali aku injak dalam waktu 40 malam, selain Makkah dan Thaibah. Kedua kota ini diharamkan bagiku. Setiap kali aku hendak memasuki salah satunya diantaranya, maka aku dihadang oleh seorang malaikat, di tangannya terdapat pedang terhunus yang akan menghalangiku darinya. Sesungguhnya pada setiap jalan-jalan masuk padanya ada malaikat-malaikat yang menjaganya”

Fatimah binti Qais berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda seraya menusuk-nusukkan tongkatnya pada mimbar, “Inilah Thaibah, Inilah Thaibah, Inilah Thaibah, yakni kota Madinah. Ingatlah, apakah aku telah menceritakan hal itu kepada kalian?”

Orang-orang pun berkata, “Ya”. (HR. Muslim)

***

Danau Thabariyyah yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah danau Tiberias. Salah satu tanda menjelang munculnya Dajjal adalah mengeringnya danau Tiberias.

Mantan Mufti Mesir Syaikh Dr Ali Goma mengatakan, Danau Tiberias mulai surut. Danau yang menjadi sumber utama air bersih bagi Israel itu mulai mengering pada 2012 lalu. Pemerintah Israel sempat panik karena danau Tiberias diperkirakan hanya akan bertahan sepuluh tahun. Pada 2022, danau itu diprediksi akan benar-benar kering dan tidak dapat diambil airnya. Karenanya sekarang Israel mencari sumber air di wilayah Lebanon.

Sedangkan mata air Zughar menurut Syaikh Dr Ali Goma juga sudah mulai surut. Ia terletak di sebuah desa di dekat Laut Mati di Jordania. (Baca: Ini 3 Tanda Kiamat Kubra yang Sudah ‘Dilihat’ Ulama Mesir)
http://bersamadakwah.net/ini-3-tanda-kiamat-kubra-yang-sudah-dilihat-ulama-mesir/

Situs discoveringislam.org yang berbahasa Inggris bahkan menyimpulkan, Dajjal akan keluar pada 2022. “Berdasarkan analisis dari Qur’an dan hadits,” kata situs itu yang agaknya juga merujuk pada tahun keringnya Danau Tiberias.

Benarkah Dajjal akan muncul pada tahun 2022? Wallahu a’lam bish shawab. Tidak ada yang bisa memastikannya. Apalagi analisa keringnya Danau Tiberias pada tahun 2022 itu berasal dari Israel. Namun jika benar Danau Tiberias kering pada tahun 2022, mungkin tak lama setelah itu Dajjal akan muncul. Wallahu a’lam bish shawab. [Ibnu K/Tarbiyah.net]
Sumber : tarbiyah.net

Subhanallah.. Membaca 5 Lembar Terjemahan Al-Qur'an Menjadi Jalan "Vokalis Last Child" Ini Untuk Masuk Islam..


Hidayah bisa datang pada siapa saja dari arah yang tak pernah disangka-sangka. Hanya karena hal kecil yang tak terduga, seseorang bisa memutuskan untuk menjadi mualaf.
Begitu pula yang dialami oleh Virgoun. Pada tahun 2013 lalu, vokalis band Last Child ini memutuskan untuk menjadi seorang Muslim.
 
Kisahnya pun cukup sederhana namun menyentuh. Awalnya, ia hanya kerap membicarakan soal agama dengan kakak dari istrinya. Hingga suatu ketika dia ditantang untuk membaca terjemahan Alquran.

Tanpa pikir panjang, Virgoun pun menerima tantangan tersebut. Ia membaca lembar demi lembar terjemahan Alquran. Namun, baru membaca lima lembar saja dia sudah bisa menyimpulkan isi Alquran. 

Sejak saat itulah Virgoun tertarik untuk belajar tentang Islam. Dia mencoba menyelami lebih dalam apa itu Islam dan apa yang diajarkannya.

Virgoun juga tak sungkan untuk bertanya tentang Islam pada orang-orang yang dianggapnya lebih paham. Bahkan, dia juga mempelajari sejumlah kajian Islam dari berbagai sumber.
Sejak menerima tantangan itu, hanya butuh waktu 8 bulan bagi Virgoun untuk memutuskan menjadi seorang Muslim.

Virgoun juga dipertemukan dengan Syekh Ali Jabber. Dari situ, pemahamannya tentang Islam makin bertambah. Mereka juga kerap bertukar pikiran tentang Islam dan agama yang sebelumnya dianut Virgoun.

“Dia (Ali Jabber) jabarin semuanya cerita sesungguhnya seperti apa, dan akhirnya saya minta dia jadi saksi syahadat saya,” tutur Virgoun ketika merayakan ulang tahun kedua putrinya, Starla, di Jakarta, Senin (22/5/2017) lalu, dilansir merdeka.com.

Setelah memutuskan untuk memeluk Islam, Virgoun terus belajar tentang Islam. Dia juga menikahi pujaan hatinya yang merupakan seorang muslim.

Virgoun menyebut bahwa Alquran sebenarnya merupakan buku manual tentang kehidupan manusia. Segala sesuatu, bahkan hal terkecil sekalipun telah tertuang dalam Alquran.

Meski keputusannya untuk menjadi seorang Muslim sempat ditentang keluarga besarnya, Virgoun mampu membuktikan bahwa Islam telah merubahnya.
Dia yang dulunya urakan dan gemar hura-hura, kini lebih menjaga tutur katanya dan makin menghormati orang-orang yang lebih tua. Oleh karena itu, keluarga besarnya pun percaya bahwa Islam memberikan pengaruh positif untuk kehidupan Virgoun. 

Sumber : suratkabar.id

Saat Imsak Masih Boleh Sahur, Inilah Penjelasannya...



Imsak berasal dari bahasa Arab yaitu amsaka-yumsiku-imsak yang artinya menahan. Menahan ini maksudnya menahan diri dari sahur hingga masuk waktu sahur.

Namun, sebagian orang mengartikan bahwa waktu imsak itu sebagai tanda berhentinya makan dan minum ketika sahur. Sehingga banyak orang yang tergesa-gesa ketika mendengar imsak dari masjid atau musala.

Padahal menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin dalam buku Majelis Bulan Ramadhan, orang yang berpuasa masih boleh makan dan minum hingga ia meyakini terbitnya fajar.

"Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (QS Al Baqarah: 187).

Terbitnya fajar dapat diketahui melalui penglihatan secara langsung dari arah ufuk atau dari adzan. Kalau fajar telah terbit, maka orang yang ingin berpuasa tadi segera menahan diri dari makan dan minum serta niat di dalam hatinya. Tidak perlu melafazhkan niat karena hal itu adalah bidah. [ded]

Sumber : merdeka.com

Subhanallah! Bikin Juri Internasional Gemes, Beginilah Cara Musa Hafal Alquran!



Sharm El-Sheikh, (gomuslim). Memang sepi dari pemberitaan media massa nasional, tetapi kemenangan bocah cadel ini dalam Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) International di Sharm El-Sheikh, Mesir yang dihelat pada 10-14 April 2016 lalu justru menarik perhatian dunia. Presiden Mesir langsung dijadwal memberi hadiah pribadi secara langsung, demikian juga Presiden Joko Widodo dari tanah air mengucapkan selamat kepada La Ode Musa (7), peserta termuda dan postur terkecil yang berhasil melampaui 80 peserta dari 60 negara lain.

"Kita bangga dg prestasi Musa La Ode Abu Hanifa, hafidz 7 tahun pada Musabaqah Hifzil Quran di Mesir -Jkw" cuit Kepala negara di akun Twitter @jokowi, Minggu (17/4).
Seperti diberitakan, Musa berangkat ke Mesir pada 9 April lalu untuk mengikuti MHQ Internasional. Keberangkatan Musa ditunjuk Kementerian Agama yang mendapatkan undangan dari Kementerian Wakaf Mesir dalam kompetisi MHQ Internasional. Ada tiga cabang yang, yaitu: cabang hafalan 30 juz dewasa beserta tafsir, cabang hafalan 15 juz dewasa beserta tafsir, dan cabang hafalan 30 juz untuk anak-anak. Pada lomba terakhir inilah Musa menggemparkan dunia.

Bocah istimewa ini membuat takjub dan gemas para dewan hakim MHQ Internasional karena penampilan Musa memang berbeda dengan peserta lain. Belum fasih bicara tetapi hafalannya kuat luar biasa. Usia paling muda, tubuh paling kecil dan terlihat paling lugu. Musa akhirnya dinyatakan menjadi juara III, dengan predikat istimewa karena lawannya rata-rata berusia 10 tahun. Kekurangan Musa dibanding lawan tandingnya adalah dalam hal pelafalan mahraj huruf hijaiyyah karena Musa belum dapat membuyikan huruf ‘R’ atau ‘ra-ri-ru’. Usai dinyatakan sebagai pemenang, para juri tidak kuasa menahan ingin menggendong bocah istimewa ini.

Musa mendobrak rekor. Bagi sebagian orang, kisah anak kecil mampu manghafal 30 juz Alquran dalam usia 7 tahun hanya ada dalam cerita kecerdasan Imam Syafi’i, tetapi sejak tahun lalu publik terbelalak melihat Musa yang baru berumur 5,8 tahun sudah menyelesaikan 29 juz hafalan dan saat ini dalam usianya yang belum genap ketujuh tahun, sudah dua kali memenangkan lomba hafalan Alquran tingkat internasional di Jeddah dan Mesir.

Dengan suara kanak-kanaknya yang belum tuntas di huruf ‘R’ itu, dia menyelesaikan semua jenis pertanyaan dengan baik. Musa dinilai telah sempurna menyelesaikan hafalan 30 Juz Alquran dan setelah dilakukan penilaian menyeluruh dari semua perserta antara lain dari Mesir, Sudan, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Chad, Aljazair, Mauritania, Yaman, Bahrain, Nigeria, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Australia, Ukraina, dan negara-negara lainnya, Musa dinobatkan sebagai juara III MHQ Internasional di Mesir. Kekurangan Musa hanya satu, kurang jelas atau kurang fasih dalam pengucapan huruf akibat cadel bawaan lahir, adapun keunggulanya adalah dia paling kuat hafalan dan paling kecil atau paling muda usia dibanding lawan tandingnya yang rata-rata di usia 10 tahun.

Atas presitasnya ini,  Musa mendapat undangan kehormatan dari pemerintah Mesir pada peringatan Malam Lailatul Qadar pada Ramadhan  1437 H/ 2016 ini. Presiden Mesir atas nama negara akan memberikan penghargaan secara langsung kepada Musa. Pemerintah Mesir akan menanggung biaya tiket dan akomodasi selama mereka berada di Mesir.
Para juri heran, Musa yang tidak bisa berbahasa Arab, tapi menghapal Alquran dengan sempurna, jelas Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kairo, Lauti Nia Astri Sutedja dalam rilisnya kepada media.

Proses lomba terbagi dalam dua tahap. Peserta yang lolos tahap pertama masuk pada tahap kedua. Musa menjadi salah satu dari enam peserta lainnya yang mengikuti tes tahap kedua. Peserta lainnya ada yang berasal dari  Meuretania, Mesir, dan negara Muslim lainnya. Dan Musa satu-satunya peserta yang dapat menjawab pertanyaan dengan lancar tanpa salah, lupa, dan tanpa di bel tanda teguran. Musa mendapatkan nilai Mumtaz yakni 91,17 poin dari 100 nilai sempurna


Siapa La Ode Musa?

Sejak muncul di televisi nasional dalam ajang Tahfidz Indonesia pada bulan Ramadhan 2014, nama La Ode Musa, biasa disapa Abang Musa langsung menjadi pembicaran umat Islam di tanah air. Saat itu, para juri seperti  Syekh Ali Jabeer meneteskan air mata, haru melihat anak yang belum genap 6 tahun sudah mampu menghafal Alquran secara maksimal. Demikian juga Ustadz Amir Faishal sampai tidak bisa menahan diri, ia langsung menuju panggung dan mencium tangan Musa. Yang dicium belum faham dengan yang sedang terjadi, dia cuek sambil senyum-senyum kecil seperti tidak tahu bahwa masyarakat terbelalak dengan kemampuan hafalnya.

Siapakah dia? Dari namanya seperti orang Sulawesi Tenggara karena menggunakan Laode, tetapi ternyata dia adalah bocah kelahiran Sumatera, putra dari pasangan Laode Abu Hanifa (34) dan Yulianti (29). Lahir di Bangka Barat pada 26 Juli 2008. Musa adalah anak pertama dari empat bersaudara. Adiknya Lukman (5) Hindun (3) dan Zainal (1). Seperti layaknya anak kecil, musa pun mengalami kesulitan saat pertama belajar Alquran. 

Namanya terkenal ke khalayak ramai baik di dalam negeri maupun luar negeri seperti di Malaysia dan Singapura. Musa lalu dikirim untuk mengikuti perlombaan hafalan Alquran tingkat Internasional di Jeddah, Arab Saudi. Musa menjadi yang termuda dalam ajang tersebut dan menduduki peringkat ke-12 dari 25 peserta yang ikut bertanding. Musa mendapatkan nilai Mumtaz yakni 90,83 poin dari 100 nilai sempurna dan ketika itu juga hanya kalah dalam hal pelafalan huruf yang belum sesuai akibat cadel.

Pada bulan Agustus 2014, Musa memperoleh piagam penghargaan tingkat nasional dari MURI sebagai Hafiz Al-Quran 30 Juz termuda di Indonesia.
Selain menghafal Alquran Musa sudah hafal ‘Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits ust Abdul Hakim bin Amir Abdat, dan telah selesai Durusul Lughoh. Sekarang sedang menghafal Bulughul Maram. Semua program menghafalnya Musa dilakukan mandiri oleh Abu Musa di rumah saja!

Bagaimana Musa kecil sudah demikian hebat, mampu menghafal Alquran dan kitab-kitab hadits? Berikut 11 cara yang dilakukan orang tua Musa:
  1. Pada awalnya Musa kata beliau juga sulit menghafal sebagaimana umumnya anak, namun dengan ketekunan akhirnya hafal juga. Kunci paling penting adalah Murajaahnya alias mengulang-ulang hafalan. Perlu diketahui juga Abu Musa tidak hafal semua itu, namun bisa menjadikan Musa hafal dengan kuat.
  2. Pergaulan dijaga. Bisa dikatakan Musa kurang bergaul dengan banyak anak, karena memang niat Abinya untuk menjaga hafalan.
  3. Tidak didekatkan dengan Televisi. Musa sangat dijaga jangan sampai nonton televisi.
  4. Makanan dijaga. Sari kurma, madu dan propolis selalu diberikan kepada Musa dan adik-adiknya. Menghafal membutuhkan banyak energi!
  5. Rutinitas harian Musa adalah: Pagi setengah jam sebelum subuh, tahajud menjadi imam untuk adik-adiknya. Kemudian Subuh berjamaah di masjid. Setelah Subuh murajaahnya sampai pukul 09.00 pagi. Musa kuat murajaah 10 juz dalam sehari secara rutin!
  6. Pukul 09-10 Makan pagi dll.
  7. Pukul 10- Dhuhur: Tidur siang. Tidur ini hukumnya wajib untuk Musa.
  8. Habis Dhuhur nambah hafalan baru sampai Ashar.
  9. Bada Ashar, mulai menghafal Bulughul Maram.
  10. Pukul 17.00 -maghrib: Waktu bermain
  11. Maghrib-Isya: Ikut taklim Abinya. Sebelum Abinya nyampaikan taklim, Musa mengawali dengan membaca hafalannya. Dan terkadang hadirin dipersilakan bertanya mengetes. Ini berjalan hampir setiap hari. 

Negeri Penghafal
Kemenangan Musa dari Indonesia dalam MHQ di Mesir sungguh mengharumkan nama bangsa. Seluruh dunia Islam menjadi paham, bahwa di Indonesia ini sedang berkembang tunas-tunas muda Duta Alquran.

Namun sampai saat ini Mesir masih memegang rekor terbanyak melahirkan penghafal Alquran. Negeri Mesir memiliki jumlah penghafal 30 juz Alquran terbanyak di dunia. Berdasarkan data Kementerian Wakaf Mesir, pada tahun 2015 terdapat 12,3 juta penduduk negeri 1000 menara atau sekitar 18,5 persen dari total 67 juta jiwa penduduk adalah penghafal Alquran.

Jumlah hafizh Quran dari kalangan anak-anak hingga usia 25 tahun mencapai 2,4 juta hafidz. Dari usia 26 – 55 tahun sebanyak 6,2 juta hafizh dan di atas usia 56 tahun terdapat 3,7 hafidz. Jika dilihat dari jenis kelamin, sebanyak 8,5 juta penghafal Alquran adalah pria. Sedangkan sisanya sebanyak 3,8 juta adalah perempuan hafizhah.

Musa adalah pendorong makin banyaknya orang tua mendidik putra-putrinya sebagai penghafal Alquran. Belum lama ini sejumlah perguruan tinggi negeri di berbagai kota membentangkan karpet merah kepada calon mahasiswa yang sudah memiliki hafalan Alquran. Demikian juga profesi seperti polisi di sejumlah Polda juga menerapkan kebijakan afirmatif bagi pendaftar yang memiliki hafalan Alquran. Tidak mustahil, anak lahir banyak lagi Musa di tanah air, dan saat itulah posisi rekor jumlah penghafal terbanyak akan diraih Indonesia.

Sumber : gomuslim.co.id

Alhamdulillah.. Ternyata Bos MASPION Ini Seorang Mu'alaf!

Para Petinggi Maspion : Herman Halim (Sebelah kiri) Bersama Alim Markus (Tengah)

Allah memang berhak untuk membuka hati siapa saja untuk menerima ajaran Islam secara kaffah. Begitu juga dengan Herman Halim (Petinggi Maspion bersama Markus Halim), Presdir Bank Maspion ini terbuka hatinya dan memutuskan untuk menjadi Muslim. "“Saya masuk Islam Tanggal 27 Agustus. Saya bersyahadat di Masjid Ceng Hoo Surabaya dan disaksikan oleh banyak orang",” tuturnya kepada NURANI saat ditemui di kantornya.


Herman Halim

Ketertarikan Herman Halim akan Islam memang berangkat dari perenungan panjang. Namun, ia mengaku lebih banyak dipengaruhi Andrew anak keduanya.

Herman menerangkan bahwa saat dirinya bersyahadat, ia tidak disertai dengan keluarganya. “Saya berangkat ke sana sendiri. Untungnya, teman saya di PITI Masjid Ceng Hoo banyak. Jadi sudah dipersiapkan. Bahkan Pak Ali Markus, memberikan selamat ketika saya sudah bersyahadat,” terangnya sambil tersenyum.

Saat ditanya tentang tanggapan keluarga ketika dirinya menjadi Muslim, Herman Halim menerangkan bahwa pihak keluarga sebenarnya mengkritik, namun tidak berani secara frontal. “Setahu saya, mereka hanya berani mengkritik atau menyindir. Mereka tidak berani bertanya secara frontal. Mungkin karena saya saudara tertua. Jadi mereka segan dengan saya,” ungkapnya.

Ditanya soal ketertarikannya kepada Islam, pemilik nama Lim Xiao Ming ini mengatakan bahwa dirinya mengenal Islam sejak enam tahun lalu, dari kesukaannya membaca buku-buku agama. “Saya memang senang membaca segala buku agama, mulai dari agama Budha, Kong Hucu, Kristen, dan Islam,” terangnya.

Ayah dua anak ini mengatakan bahwa dari kesukaannya membaca buku-buku agama inilah dia mulai menyerap intisari dari agama. “Dari pembacaan dan perenungan semua intisari agama yang saya serap, bahwa semua agama itu benar dan mengajarkan kebaikan (namanya juga mualaf – amanah). Cuma penyampaiannya bermacam-macam,’ terangnya

Setelah merenung sekian lama, akhirnya pimpinan Bank Maspion ini memilih Islam menjadi keyakinannya setelah ia memeluk agama Kristen. “Saya melihat Islam adalah agama terakhir, dan ia mengambil dari semua intisari agamayang telah ada. Sehingga ajaran Islam begitu lugas dan mudah diserap secara kaidah,” terangnya.

Ketika ditanya tentang latar belakang agama keluarga Herman Halim, ia menjelaskan bahwa keluarganya memeluk beberapa agama. “Dalam keluarga saya tidak fanatik memeluk satu agama. Saya dulu agamanya Kristen. Sedangkan saudara saya ada yang Budha ada juga yang Kong Hucu. Malah, istri saya beragama Budha,” terangnya.

Sikap inilah yang dipegang teguh Herman Halim dalam membentuk karakter keluarganya. Bahkan soal menganut agama, ia tidak pernah memaksakan kepada kedua anaknya. “Anak saya, saya bebaskan dalam memilih agama. Saya tidak pernah melarang hal itu,” ujarnya.

Terpengaruh Anak
Ketertarikan Herman Halim akan Islam memang berangkat dari perenungan panjang. Namun, ia mengaku lebih banyak dipengaruhi Andrew anak keduanya. Awalnya Herman Halim keget dan menanyakan tentang keinginan anak keduanya memeluk agama Islam. Namun, Andrew bisa meyakinkan ayah dan keluarganya tentang niatnya menjadi Muslim.

“Apa perbedaannya dengan agama yang kamu yakini selama ini ?” tanya Herman Halim kepada Andrew saat itu. “Saya pernah mencoba memeluk beberapa agama. Namun Islamlah yang membuat saya lebih tenang dan pas. Dan saya bisa lebih gampang menangkap ajaran Islam daripada yang lain,” ujar Herman yang menirukan pendapat Andrew.

Dari diskusi antara anak dan ayah inilah, Herman terus mencari dan mencari jawaban atas argumen yang dikemukakan oleh Andrew. “Saya mengenal Islam lebih banyak setelah Andrew menerangkan kepada saya dan keluarga tentang ajaran Islam sesungguhnya,” ujarnya.

“Saya juga heran, padahal ia sejak kecil sudah ada di Australia . Namun ia begitu kuat saat menerangkan tentang bagaimana ajaran Islam,” tambahnya. Herman menerangkan, dalam menjelaskan agama Islam, Andrew Halim ini membawa Al Quran dan Injil. “Ia membandingkan antara ayat per ayat. Bahkan, beberapa dari paman dan bibinya tidak bisa menyela dan menjawab pertanyaan Andrew,” terangnya.

Dari pertemuan antara Andrew dan keluarga yang juga dihadiri oleh Herman Halim itulah akhirnya wacana tentang kebenaran Islam mulai terungkap. “Sejak itu saya jadi tekun belajar Islam. Saya baca Al Quran yang terjemahan dari Bahasa Inggris dan Tionghoa. Saya terus mencari apa yang dikatakan Andrew,” terangnya.

Menurut Herman Halim, Andrew bukan tipe orang yang mudah percaya dengan sesuatu. “Andrew itu, untuk percaya dan yakin biasanya sudah melalui penelitian dan perbandingan antara baik dan buruknya,” terangnya.

Makanya, Herman Halim yakin bahwa apa yang diyakini anaknya adalah suatu kebenaran yang pasti. “Saat saya beritahu saya menjadi Muslim, ia begitu senang. Ia menyebut lafal Allahu Akbar berulang-ulang. Ia begitu senang saya masuk Islam,” paparnya.

Lebih Tenang
Herman Halim saat ini mengaku lebih tenang batinnya setelah mengucapkan dua kalimat Syahadat. “Pertama kali saya melaksanakan salat, hati saya rasanya tenteram dan damai. Tidak pernah saya merasakan hal seperti ini sebelumnya. Meski saya tidak fasih cara melafalkan Arabnya, namun saya tahu arti Bahasa Indonesianya,” paparnya sembari memejamkan mata.

“Saat shalat hati saya damai, sehingga bisa melepas kejenuhan dan stres saat bekerja. Saya lebih mantap dalam mengerjakan tugas-tugas kerja,” tambahnya.

Yang paling menarik bagi bagi pemilik nama asli Lim Xiao Ming ini dalam mempelajari Islam adalah cara menghafal bacaan salat. “Kalau salatnya sih sudah bisa dipelajari. Tapi kalau melafalkannya, ini saya masih kaku. Butuh waktu yang banyak,” ujarnya. “Kalau lupa bacaannya, bukunya saya baca, lalu saya kembalikan lagi. Lucu pokoknya kalau melihat saya belajar salat,” tambahnya sambil tertawa.

Namun, Bapak dari Albert Halim dan Andrew Halim ini tidak menyerah. Ia bertekad untuk bisa melafalkan bacaan Al Quran serta belajar membaca Al Quran. “Saya berencana mendatangkan guru privat Bahasa Arab. Dan saya ingin sekali bisa melafalkan bacaan salat,” niatnya. (Tabloid NURANI)

(*) Diambil dari kumpulan kisah mualaf tabloid Nurani, yang diterbitkan ke dalam buku Hidayah Allah untuk Para Pendeta, JP Books, Surabaya .


Sumber : Journey to Islam Oleh : Redaksi Swarmuslim, 24 Sep 2007

Wajib Diketahui! Inilah 33 Alasan Mengapa Syiah di Indonesia Sesat..!


Peneliti Syi’ah dari Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) Surabaya, Kholili Hasib, M.A mengungkapkan beberapa fakta tentang Syiah.
1.Sebelum membahas kekeliruan Syiah harus kita pahami dahulu bahwa Syiah Indonesia adalah Syiah Itsna Asyariah bukan Zaidiyah.
2. Syiah Itsna Asyariyah adalah Syiah yang percaya 12 Imam atau disebut Imamiyah. Syiah ini yang mayoritas ada di dunia termasuk rezim yang berkuasa di Iran.
3. Syiah Imamiyah inilah yang disebut Rafidhah. Karena mereka mencaci bahkan mengkafirkan para sahabat Nabi. Syiah Zaidiyah bukan Rafidah karena tidak mencaci sahabat.
4. Ciri khas utama Syiah ada dua yakni kultus berlebihan pada Ali serta keturunannya dan pelecehan terhadap sahabat Nabi.
5. Saya menyimpulkan dua ciri khas utama itu adalah wordlview-nya Syiah. Semua aspek dalam agama pasti berpangkal pada dua hal tsb.
6. Silahkan yang mau membuktikan pemikiran Syiah tentang al-Qur’an, hadits, politik, fiqih diasaskan oleh kultus Ali dan benci kepada para sahabat.
7. Konsep ketuhanan juga dipengaruhi ideologi kultus imamah. Konsep ke esa an Syiah berbeda dengan konsep ke esa an dalam Islam
8. Kitab al-Kafi-kitab hadits syiah yang utama menjelaskan bahwa yg dimaksud musyrik adalah menyekutukan imam Ali dengan imam yg lain.
9. Lebih jelas lagi dalam kitab Bihar al-Anwar,kitab rujukan Syiah, yg mengatakan “Siapa saja tidak percaya Ali adalah Imam pertama adalah kafir.”
10. Jadi yang dimaksud syirik bagi Syiah bukan sekedar menyekutukan Allah tapi juga menyekutukan Ali dalam hal kepemimpinan.
11. Jadi syiah itu sejatinya golongan takfiriyah yang sebenarnya. Mengkafirkan kaum muslimin karena tidak mengangkat Ali sebagai imam pertama.
12. Non Syiah, orang selain Syiah mereka sebut nawashib. Sebutan hina. Nawashib menurut imam-imam mereka halal hartanya.
13. Syiah menyesatkan para aimmatul madzahib imam madzhab yang empat, Ahlussunnah. Mereka disebut ahlul bid’ah, kafir dan sesat (kitab al-Syiah hum Ahlussunnah).
14. Istri tercinta Nabi,Aisyah, disesatkan. Imam Thabrasi mengatakan kemuliaan Aisyah gugur karena melawan Ali, dia ingkar kepada Allah.
15. Syiah mengkafirkan sahabat. Menurut mereka hanya 3 sahabat yang Islam yakni Abu Dzar, Salman, dan Miqdad.
16. Kenapa Syiah menghalalkan mut’ah. Lagi-lagi karena yg meriwayatkan haramnya mut’ah itu Umar bin Khattab. Karena kebenciannya itu haditsnya ditolak.
17. Kenapa Syiah menolak mushaf utsmani sebagai al-Qur’an? Karena yang menyusun itu Utsman yg mereka benci.
18. Dalam kitab Thaharah, Khomaini menyebut sahabat itu lebih jijik daripada anjing dan babi.
19. Syaikh Shoduq ulama Syiah, mengatakan darah nawasib (muslim sunni) itu halal.
20. Imam Khomaini pernah berfatwa bahwa nawasib itu kedudukannya sama dengan musuh yang wajib diperangi (ahlul harb).
21. Karena itu cara tepat mengenal Syiah itu dengan menelaah kitab-kitab induk mereka. Karena itu ajaran mrk sesungguhnya.
22. Jangan terkecoh dengan buku-buku Syiah sekarang. Karena penuh propaganda, intrik dan pengelabuan.
23. Syiah punya rukun agama bernama taqiyah. “La dina liman la taqiyata” artinya tidak beragama yang tidak taqiyyah, disebut dalam al-kafi.
24. Karena taqiyah itu, Imam Syafii berpesan bahwa golongan yang paling banyak bohongnya itu Syiah.
25. Maka jangan heran jika mereka mengaburkan fakta-fakta Syiah Sampang. Karena itu bagian dari aqidah. Teologi kebohongan itulah taqiyah.
26. Waspadalah Syiah punya sayap militan. Mereka pernah mau kirim relawan ke Suriah bantu rezim Asad.
27. Seorang pengurus PBNU pernah menulis, Syiah Indonesia sedang siapkan konsep imamah di Indonesia. Dalam arti mereka sedang siapkan revolusi
28. Syiah membahayakan NKRI. Ada fatwa Khomeini yang mewajibkan Syiah untuk revolusi di negara masing-masing.
29. Gerakan Syiah didukung kelompok liberal. Pokoknya segala aliran yang rusak dan sesat yang dilekatkan pada Islam didukung Syiah. Mereka sekarang bersatu.
30. visi Syiah-liberal hampir sama dalam hal pelecehan terhadap sahabat nabi dan meragukan al-Qur’an.
31. Liberal punya ideologi relativisme. Ternyata Syiah dalam kampanye gunakan ideologi tersebut untuk kelabuhi Sunni.
32. contoh relativisme Syiah adalah, kampanye Sunnah-Syiah sama saja. Sama Tuhan dan Nabinya. Ini mencontek kaum liberal.
33. Filsafatnya orang Syiah ternyata juga berujung pluralisme dan pantaeisme. FiIsalafatnya mengadopsi paripatetik.
34. Demikianlah fakta-fakta Syiah. Jika muslim anti liberal maka seharusnya juga anti Syiah. Mereka sama-sama ideologi perusak Islam.
35. Semoga kita dan keluarga kita dilindungi dari makar Syiah dan Liberal. 
(arrahmah.com/syiahindonesia.com)

Subhanallah.. Inilah Kisah Imam Abu Dawud Yang Membeli Surga dengan Satu Dirham



Kita semua pasti mengenal Imam Abu Dawud rahimahullah. Setidaknya, pernah mendengar namanya. Beliau adalah ulama besar, imam ahli hadits yang telah menyusun kitab Sunan. Sunan Abu Dawud.

Biografi Singkat Imam Abu Dawud

Nama lengkap beliau, Sulaiman bin Al Asy’at bin Syidad bin Amr bin Imran. Kakek kedua beliau yang bernama Imran ini adalah salah seorang yang berjuang bersama Ali bin Abi Thalib dalam perang shiffin.
Sulaiman dilahirkan pada tahun 202 hijriyah dan wafat pada 16 Syawal 275 hijriyah. Sejak belia, Sulaiman banyak belajar, menekuni rihlah dalam rangka mengumpulkan hadits, dan kemudian menjadi ahli hadits terkemuka.
“Abu Dawud adalah imam ahli hadits di masanya tanpa diragukan lagi,” kata Al Hakim memberikan pujian.
 
“Beliau seorang imam dalam hadits, ulama besar dalam bidang fiqih dan kitab-kitab karya beliau adalah buktinya,” kata Adz Dzahabi.
Abu Dawud tinggal di Bashrah, namun sering keluar masuk kota Baghdad untuk mencari dan meneliti hadits. Ia juga mendapat pujian saat menyodorkan kitabnya kepada Imam Ahmad bin Hambal.
Dari 500.000 hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang ditulisnya, ia seleksi hingga tinggal 4.800 hadits dan itulah yang ia susun menjadi kitab As Sunan.

Membeli Surga dengan Satu Dirham

Suatu ketika, Imam Abu Dawud berada di atas perahu penyeberangan sungai Dajlah. Tiba-tiba ia mendengar seseorang di tepi sungai bersin dan mengucapkan “alhamdulillah.”
Abu Dawud mengeluarkan uang satu dirham dan memberikannya kepada tukang perahu agar mendekat sejenak ke tepian. “Yarhamukallah,” ucapnya mendoakan orang yang bersin tadi. Mendengar didoakan, orang yang bersin itu pun menjawab, “yahdikumullah wa yuslihu baalakum.”
Perjalanan dilanjutkan. Orang-orang keheranan mengapa Abu Dawud mau bersusah payah membayar tukang perahu hanya demi mendoakan orang yang bersin dan mendapat doa darinya.
“Semoga menjadi doa yang mustajab,” jawab imam ahli hadits itu.

Ketika para penumpang perahu itu tertidur, semuanya mendengar seruan dalam mimpi mereka, “Wahai para penumpang perahu, sesungguhnya Abu Dawud telah membeli surga Allah dengan satu dirham.” Begitu terbangun, mereka saling menceritakan mimpi itu.
Kisah ini dicantumkan Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari dengan sanad yang baik. Lalu ditulis kembali oleh Ustadz Salim A Fillah dengan judul Sunnah Sedirham Surga dan kemudian judul ini dijadikan judul buku terbarunya.
Imam Abu Dawud… “hatinya yang lembut amat peka untuk beramal dengan sunnah kekasih yang dirindukannya, meski terlihat remeh dalam pandangan manusia,” tulis Ustadz Salim A Fillah mengambil ibrah dari kisah ini. 

[Muchlisin BK/BersamaDakwah]

Selalu Bermaksiat, Tapi Pernah Ucapkan Syahadat Pasti Masuk Surga, Benarkah? Ternyata..


ADAKAH orang yang semasa hidupnya selalu mengerjakan maksiat, akan tetapi pada akhir hayatnya (ketika sakaratul maut) dia mengucapkan dua kalimat Syahadat. Lantas, ia masuk surga?
Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan bertauhid, yaitu sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir dia berikrar dan mengucapkan dua kalimat Syahadat, maka dia berhak berada di sisi Allah dan masuk surgaNya.

Orang tersebut sudah dapat dipastikan oleh Allah akan masuk surga, walaupun masuknya terakhir (tidak bersama-sama orang yang masuk pertama), karena dia diazab terlebih dahulu di neraka disebabkan kemaksiatan dan dosa-dosanya yang dikerjakan, yang belum bertobat dan tidak diampuni.

Tetapi dia juga tidak kekal di neraka, karena didalam hatinya masih ada sebutir iman. Adapun dalil-dalilnya sebagaimana diterangkan dalam hadis Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, yaitu:
Dari Abu Dzar RA yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah,’ kemudian meninggal, maka pasti masuk surga.”
Dari Anas RA, bahwa Nabi SAW telah bersabda, “Akan keluar dari neraka bagi orang yang mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah,’ walaupun hanya sebesar satu butir iman di hatinya.”
Dari Abu Dzar pula, dia telah berkata bahwa sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda, “Telah datang kepadaku malaikat Jibril dan memberi kabar gembira kepadaku, bahwa barangsiapa yang meninggal di antara umatmu dalam keadaan tanpa mempersekutukan Allah, maka pasti akan masuk surga, walaupun dia berbuat zina dan mencuri.” Nabi SAW mengulangi sampai dua kali.

Banyak hadis yang menunjukkan bahwa kalimat Syahadat memberi hak untuk masuk surga dan terlindung dari neraka bagi yang mengucapkannya (mengucap Laa ilaaha illallaah). Maksudnya ialah, meskipun dia banyak berbuat dosa, dia tetap masuk surga, walaupun terakhir.

Sumber : islampos.com

Jangan Saling Menyalahkan Soal Doa Buka Puasa! Ini Hadits-Haditsnya..



Kadang ada yang menyalahkan orang yang berbuka dengan doa “Allahumma laka shumtu”. Agaknya, kita perlu melihat hadits-hadits dan penjelasan para ulama tentang doa buka puasa.


Doa Buka Puasa Paling Shahih


ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

(Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruq wa tsabatal ajru insyaa-aLlah)

Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah”

Doa ini memang paling shahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Daruquthni, dihasankan Syaikh Nasiruddin Al-Albani dalam Irwaul Ghalil, Misykatul Mashabih dan Shahih Abi Dawud.

Syaikh Sayyid Sabiq menegaskan keshahihan doa ini dalam Fiqih Sunnah. Demikian pula Syaikh Yusuf Qardhawi. Dalam Fiqhush Shiyam, beliau mencantumkan doa ini sebagai doa yang shahih dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

Doa Allahumma Laka Shumtu


اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

(Allohumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu)

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka”

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, dinilai hasan oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani dalam Misykatul Mashabih, namun didhaifkannya dalam Shahih wa Dhaif Al Jami’u Ash Shaghir dan kitab-kitab lainnya.

Doa ini dicantumkan Syaikh Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah sebagai doa buka puasa juga, setelah doa pertama di atas. Artinya, menurut Sayyid Sabiq, doa ini sah-sah saja dibaca.

Doa yang mirip dengan ini dicantumkan dalam footnote Fiqih Islam wa Adillatuhu, diambil dari riwayat Daruquthni.

Selain itu, juga dicantumkan doa berbuka puasa riwayat Daruquthni. Sehingga berbunyi:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Allohumma laka shumnaa wa ‘alaa rizqika afthornaa fataqobbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim)

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu puasa kami dan dengan rezeki-Mu kami berbuka. Maka terimalah (puasa) dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

Doa dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu

Bahkan, ada doa lain yang lebih panjang, dicantumkan Prof. Dr. Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu. Beliau menyebutnya sebagai doa yang ma’tsur namun tidak ada keterangan doa ini riwayat siapa.

اللَّهُمَّ إِنِّيْ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَ بِكَ آمَنْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى يَا وَاسِعَ الْفَضْلِ اغْفِرْلِىيْ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِيْ فَصُمْتُ وَرَزَقَنِيْ فَأَفْطَرْتُ

(Allohumma innii laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu wa ‘alaika tawakkaltu wa bika aamantu, dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruq wa tsabatal ajru insyaa-aLlahu ta’ala. Yaa waa si-al fadhli ighfirlii, alhamdulillaahil ladzii a’aananii fashumtu wa rozaqonii fa-afthortu)

“Ya Allah, sesungguhnya aku berpuasa karena-Mu dan aku berbuka dengan rezeki-Mu. Kepada-Mu aku bertawakal dan kepada-Mu aku beriman. Dahaga telah lenyap, urat-urat telah basah dan pahala telah pasti didapatkan, insya Allah. Wahai Tuhan yang luas karunia-Nya, ampunilah dosaku. Segala puji bagi Allah yang telah membantuku sehingga ku dapat berpuasa dan memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.”


Kesimpulan, doa yang paling shahih memang doa

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Namun, kita juga perlu menghormati doa lain yang para ulama juga memiliki hujjahnya. Wallahu a’lam bish shawab. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Jangan Sepelekan JIL! Inilah Pernyataan-Pernyataan Nyeleneh Tokoh-Tokoh Islam Liberal di Indonesia!

 
 
Berikut ini adalah petikan dari ucapan beberapa tokoh Islam Liberal di Indonesia disertai referensi yang cukup jelas untuk menjamin otentisitasnya. Saya berusaha memberikan jawaban seobjektif dan sesederhana mungkin dengan cara yang dapat dipahami setiap orang. Hanya kepada Allah-lah kami berlindung dari godaan syetan dari golongan jin dan manusia yang terkutuk.

“Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar.” (Ulil Abshar Abdalla, dari majalah GATRA, 21 Desember 2002).

Pertanyaan pertama yang harus diajukan adalah : Apakah Ulil sudah pernah melakukan studi perbandingan agama sebelumnya? Jika ya, agama-agama apa sajakah yang sudah diperbandingkannya? Selain itu, sebagai manusia yang intelek, seharusnya ia tidak membuat klaim begitu saja, melainkan memberikan bukti-bukti yang konkrit.


Alangkah lebih baik jika ia membuat sebuah buku yang membuktikan bahwa semua agama itu sama, atau menyelenggarakan sebuah seminar tentang itu, kemudian menjadikannya sebagai rujukan dalam wawancara, agar para pembaca tidak menelan bulat-bulat apa yang dikatakannya. Kecuali, barangkali, ia memang ingin ucapannya ditelan bulat-bulat.

Jika ini yang terjadi, maka Ulil dan Islam Liberal sebenarnya adalah sebuah gerakan ekstremis yang dilandasi oleh pemahaman yang fanatik. Terakhir, jika memang ia menganggap semua agama itu benar, mengapa ia mencatut nama Islam dalam organisasinya? Alangkah lebih baiknya ia menyatakan diri sebagai penganut agama liberal dan mengubah nama JIL menjadi JAL (Jaringan Agama Liberal). Menganut paham ‘semua agama benar’ sekaligus menggunakan nama ‘Islam’ adalah suatu kontradiksi yang amat mengherankan.

“Tapi, bagi saya, all scriptures are miracles, semua kitab suci adalah mukjizat.” (Ulil Abshar Abdalla, dari koran Jawa Pos, 11 Januari 2004).

Sekali lagi, perlu dipertanyakan (atas nama keilmiahan) sejauh mana Ulil telah melakukan penelitian dan memperbandingkan semua kitab suci dari berbagai agama. Samakah Al-Qur’an dengan Bible? Bagaimana Ulil bisa berpendapat bahwa semua kitab suci adalah mukjizat? Di manakah bukti-bukti kongkritnya? Jika ia tidak bisa menjawab, maka sekali lagi, jelaslah bahwa JIL adalah organisasi ekstremis yang anggotanya fanatik dan taqlid buta pada pemimpinnya.

“Karenanya, yang diperlukan sekarang ini dalam penghayatan masalah pluralisme antaragama, yakni pandangan bahwa siapa pun yang beriman – tanpa harus melihat Agamanya apa – adalah sama di hadapan Allah. Karena, Tuhan kita semua adalah Tuhan Yang Satu.” (Budhy Munawar Rahman, dari buku Wajah Liberal Islam di Indonesia terbitan JIL).

Tentu saja Tuhan kita semua adalah Tuhan Yang Satu, Yang Maha Esa. Apa pun agamanya, hanya ada satu ilah yang memegang kuasa penuh dan tak tertandingi. Namun masing-masing agama memiliki definisi yang berbeda tentang ilah ini.

Umat Islam percaya pada Allah, umat Kristiani percaya pada konsep trinitasnya. Samakah Allah dalam pemahaman agama Islam dengan konsep trinitas yang dipegang teguh oleh umat Kristiani? Rasanya saya belum pernah mendengar ada orang yang mengatakan bahwa kedua konsep ketuhanan ini sama.

Selain itu, nampaknya Budhy Munawar Rahman ini khawatir bahwa memberikan predikat ‘kafir’ pada umat agama lain akan memicu kekerasan antarumat beragama. Padahal, secara bahasa, ‘kafir’ berasal dari kata yang sama dalam bahasa Arab yang artinya ‘ingkar’. Orang yang kafir adalah orang yang ingkar terhadap sesuatu (dalam hal ini ingkar terhadap ajaran Islam). Tidak ada konsekuensi yang buruk sama sekali atas keingkarannya itu, karena Islam tidak merasa perlu memaksa orang lain untuk memeluk agama Islam.

Kekhawatiran kaum liberalis ini nampaknya mereka warisi dari para mentornya yang berasal dari Eropa yang masih trauma dengan peristiwa inkuisisi, yaitu pembantaian besar-besaran terhadap siapa saja yang dikategorikan ‘kafir’ oleh pihak Gereja.

“Jika semua agama memang benar sendiri, penting diyakini bahwa surga Tuhan yang satu itu sendiri terdiri dari banyak pintu dan kamar. Tiap pintu adalah jalan pemeluk tiap agama memasuki kamar surganya. Syarat memasuki surga ialah keikhlasan pembebasan manusia dari kelaparan, penderitaan, kekerasan dan ketakutan, tanpa melihat agamanya. Inilah jalan universal surga bagi semua agama. Dari sini, kerja sama dan dialog pemeluk berbeda agama jadi mungkin.” (Abdul Munir Mulkhan, dari buku Ajaran dan Jalan Kematian Syekh Siti Jenar).

Pertama, ia mengawali pernyataan ini dengan kata “jika”. “Jika semua agama memang benar sendiri…..” artinya adalah “belum tentu semua agama memang benar sendiri…..”. Dengan sendirinya, semua pernyataan setelah itu adalah sebuah hipotesa belaka dan tidak perlu dianggap sebagai sebuah fakta, karena ia juga tidak pernah mengajukan secuil bukti dalam bentuk apa pun.

Kedua, ia melakukan sebuah kesalahan fatal, yaitu dengan menganggap dirinya sudah sama dengan Tuhan atau mampu berpikir layaknya Tuhan. Dari mana datangnya teori bahwa semua agama pasti diridhai oleh Allah? Entahlah! Saya rasa tidak perlu dijawab, karena ia sendiri tidak mengajukan alasan apa pun.

Ketiga, dengan mengatakan bahwa teorinya (yaitu dengan menganggap semua agama sama) adalah pembuka jalan bagi kerja sama dan dialog antarumat beragama. Kenyataannya, kerja sama dan dialog dapat terjadi tanpa harus mengakui teori Abdul Munir Mulkhan tersebut. Saya menganggap kalimat terakhirnya itu adalah sebentuk megalomania yang menganggap bahwa teorinya adalah teori sapu jagat yang bisa menyelesaikan masalah.

“Jadi, pluralisme sesungguhnya adalah sebuah aturan Tuhan (sunnatullah) yang tidak akan berubah, sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari.” (Nurcholis Madjid, dari buku Islam Doktrin dan Peradaban).

Perlu dipahami bahwa pluralitas dan pluralisme adalah dua hal yang berbeda. Pluralitas adalah fakta bahwa manusia diciptakan dalam keadaan yang berbeda-beda, sedangkan pluralisme (menurut definisi Nurcholis Madjid sendiri, namun tidak disetujui oleh Frans Magnis Suseno) adalah paham yang mengatakan bahwa semua agama itu sama, yaitu sama-sama benar.

Apakah paham ini adalah sunnatullah? Apakah ia tak dapat dilawan? Sebaiknya Nurcholis Madjid bersikap bijak dan menunggu hingga akhir jaman untuk melihat bukti apakah paham ini bisa dilawan atau tidak. Kenyataannya, banyak orang yang sedang berjuang untuk melawannya. Salah satunya adalah saya sendiri. Jadi, kalau Cak Nur bilang bahwa pluralisme tidak mungkin dilawan, maka saya akan menjawab : “We’ll see.”

“Prinsip lain yang digariskan oleh Al-Qur’an adalah pengakuan eksistensi orang-orang yang berbuat baik dalam setiap komunitas beragama dan dengan begitu, layak memperoleh pahala dari Tuhan. Lagi-lagi, prinsip ini memperkokoh ide mengenai pluralisme keagamaan dan menolak eksklusifisme. Dalam pengertian lain, eksklusifisme keagamaan tidak sesuai dengan semangat Al-Qur’an. Sebab Al-Qur’an tidak membeda-bedakan antara satu komunitas agama dari lainnya.” (Alwi Shihab, dari buku Islam Inklusif ; Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama).


Agaknya Alwi Shihab terlalu bersikap curiga pada umat Islam sampai-sampai perlu diinklusifkan. Padahal sudah sejak dahulu umat Islam tidak pernah bersikap eksklusif, bahkan berhubungan baik dengan agama mana pun.

Jika memang ada sebagian Muslim yang bersikap ofensif terhadap umat agama lain, maka yang perlu dilakukan adalah menasihatinya untuk kembali pada ajaran Rasulullah saw., bukan mengarang-ngarang ajaran baru yang disebut sebagai ‘Islam Inklusif’ atau ‘Islam Pluralis’. Embel-embel apa pun yang disandingkan dengan nama Islam menunjukkan bahwa ia bukanlah Islam murni. Apakah Alwi Shihab hendak berkata bahwa Islam ini kekurangan sehingga perlu dilengkapi? Sungguh sebuah gugatan yang amat tidak pantas terhadap Allah SWT!!!

“Jika kelak di akhirat, pertanyaan di atas diajukan kepada Tuhan, mungkin Dia hanya tersenyum simpul. Sambil menunjukkan surga-Nya yang Mahaluas, di sana ternyata telah menunggu banyak orang, antara lain; Jesus, Muhammad, Sahabat Umar, Gandhi, Luther, Abu Nawas, Romo Mangun, Bunda Teresa, Udin, Baharudin Lopa, dan Munir!” (Sumanto Al-Qurtuby, dari buku Lubang Hitam Agama)

Sekali lagi, pernyataan ini diawali dengan kata “jika” dan “mungkin”. Artinya, hanya sebuah kemungkinan yang mampu dipikirkan oleh benak seorang Sumanto. Saya menganggapnya sebagai sebuah hipotesa yang tidak perlu ditanggapi serius karena memang sama sekali tidak ilmiah.

Anda perlu gambaran lebih lanjut? Saya akan mengutip beberapa tulisan Sumanto Al-Qurtuby dalam bukunya yang berjudul Lubang Hitam Agama. Silakan Anda menilai sendiri!

  • “Bahkan sesungguhnya hakekat Al-Qur’an bukanlah ‘teks verbal’ yang terdiri atas 6666 ayat bikinan Utsman itu melainkan gumpalan-gumpalan gagasan.” (hal. 42)
  • “Al-Qur’an bagi saya hanyalah berisi semacam ‘spirit ketuhanan’ yang kemudian dirumuskan redaksinya oleh Nabi.” (hal. 42)
  • “Seandainya (sekali lagi seandainya) Pak Harto berkuasa ratusan tahun, saya yakin Pancasila ini bisa menyaingi Al-Qur’an dalam hal ‘keangkeran’ tentunya.” (hal. 64)
  • “Di sinilah maka tidak terlalu meleset jika dikatakan, Al-Qur’an, dalam batas tertentu, adalah “perangkap” yang dipasang bangsa Quraisy (a trap of Quraisy).” (hal. 65)

Na’uudzubillaah!


Sumber:
Judul Asli: Yang Aneh dari Islam Liberal

Penulis: Ibnu Maryam

Astagfirullah.. Rasulullah Benar, Kini Banyak Orang Mengidap Dua Penyakit Ini..!



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyampaikan nubuwatnya di depan para sahabat. Tentang penyakit yang akan menimpa umat menjelang akhir zaman. Dan kini, sabda Rasulullah itu terbukti.

Sungguh prediksi beliau tak pernah meleset karena semua itu adalah berdasarkan wahyu dari Allah yang Maha Mengetahui.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا . فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ . فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

“Hampir saja umat-umat (kafir) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul untuk menyantap makanan”. Seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah bersabda, ”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai buih yang dibawa oleh air. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah bersabda,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud dan Ahmad; shahih)

Cinta dunia dan takut mati. Inilah dua penyakit yang melanda banyak orang di zaman ini. Tepat seperti sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Fenomena korupsi, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang dan kekuasaan, menipu dan sejenisnya merupakan bukti cinta dunia. Tidak mempedulikan halal dan haram dalam berbisnis, menzalimi orang lain demi keuntungan pribadi juga merupakan bukti cinta dunia.

Semakin akut cinta dunia, semakin orang takut kehilangan harta. Takut kehilangan jabatan. Takut kehilangan kekuasaan. Umumnya hal itu akan mengakibatkan depresi saat kehilangan itu benar-benar terjadi.

Takut mati sering kali mengiringi kecintaan terhadap dunia. Karena begitu cintanya dengan dunia, ia tidak rela meninggalkannya. Jadinya, ia takut jika Malaikat Maut datang lalu ia berpisah dengan kenikmatan di dunia ini.

Takut mati ini akan lebih kentara terlihat ketika ada panggilan jihad. Seseorang yang takut mati, ia takkan berani terjun ke medan jihad sebagaimana Abdullah bin Ubay berbalik pulang saat menuju uhud. [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]

Doamu Belum juga DIkabulkan? Perhatikan 7 Poin Ini.. Point no 4 Paling Penting!


Anda merasa telah berulang-ulang berdoa tetapi belum juga dikabulkan Allah? Anda merasa telah sekian lama berdoa tetapi belum juga diijabah Allah? Jika Anda merasa demikian, coba perhatikan 7 poin yang dinasehatkan KH Arifin Ilham ini.

Ustadz, mengapa doa-doaku tidak diijabah Allah?

Sahabatku,
1. Tugas kita sebagai hamba-Nya berdoa, hak prerogratif Allah untuk mengijabahnya.

2. Allah ingin kita selalu berdoa pada-Nya, boleh jadi kalau dikabulkan kita tidak berdoa lagi.

3. Tidak dikabulkan karena kalau dikabulkan membawa fitnah untuk kita, tidak jadi kaya, boleh jadi setelah kaya jadi sombong.

4. Insya Allah dikabulkan hanya waktu kemudian, atau

5. Allah hanya kabulkan di akhirat saja, jadi doa sebagai tabungan akhirat.

6. Allah kabulkan dalam bentuk lain, Allah tahu baik buruknya untuk kita,

7. Kalau tidak juga tetaplah baik sangka, dan saatnya untuk muhasabah diri, mungkin hidup kita dari rizki tidak halal, mungkin ibadah kita masih diiringi ma'siyat, atau masih sering menyakiti orang lain atau aurat kita masih belum terjaga...

So perbaiki diri, sungguh-sungguhlah taat dan jangan pernah putus asa dalam berdoa! Baca dengan iman, "Berdoalah kalian kepada-Ku, pasti KU ijabah doa kalian!!" (QS al Mu'min : 60).

SubhanAllah, terus terus terus berdoa karena kita tidak tahu kapan, di mana dan bagaimana doa kita diijabah Allah...insya Allah, aamiin. []

Sumber : tarbiyah.net

Hati-hati Yang Mau Melaksanakan Buka Bersama! Inilah 8 “Dosa” Buka Bersama yang Perlu Dihindari! No 7 Paling Sulit Dihindari..


Foto Ilustrasi

Ada satu aktifitas di bulan Ramadhan yang tidak didapati di bulan lainnya; buka bersama. Buka puasa bersama teman, secara umum, tentu hal yang positif karena bisa meningkatkan ukhuwah dan menyambung silaturahim.

Namun, sering kali ada banyak kesalahan dalam buka bersama, khususnya delapan “dosa” berikut ini yang perlu untuk dihindari.


1. Kehalalan menu


Kadang orang-orang buka bersama di rumah makan atau restoran tanpa memperhatikan apakah menu-menu di tempat itu benar-benar halal atau tidak. Padahal puasa telah menjaga kita dari makanan halal, jangan sampai kita malah berbuka dengan makanan yang tidak jelas halal haramnya.

2. Shalat Maghrib di ujung waktu


Seringkali karena tempat buka bersama tidak representatif, tidak ada masjid atau mushola yang representatif, akhirnya shalat Maghribnya tidak bisa berjamaah di awal waktu.

Terkadang juga ada mushala di rumah makan atau restoran tersebut tetapi karena kecil ia hanya bisa menampung beberapa jamaah sehingga antrian mengular. Akibatnya, shalat Maghrib tertunda, atau bahkan akhirnya dilakukan di ujung waktu di masjid di luar rumah makan atau restoran tersebut.

3. Ketinggalan shalat Isya’ berjamaah


Karena buka bersama baru selesai menjelang shalat Isya’ dan perjalanan macet atau membutuhkan waktu agak lama, akhirnya ketinggalan shalat isya’ berjamaah. Karenanya ketika memilih tempat buka bersama, hendaklah diperhatikan lokasi dan jaraknya dari masjid, atau jika diperkirakan akan ketinggalan shalat Isya’ jika melakukannya di masjid luar, cari tempat berbuka bersama yang dekat/ada masjid-nya dan bersiap shalat Isya’ di situ.

4. Kehilangan tarawih berjamaah


Hal ini erat kaitannya dengan “dosa” ketiga. Jika shalat isya’ berjamaah ketinggalan, umumnya juga akan ketinggalan tarawih berjamaah. Sungguh satu hal yang sangat disayangkan.

5. Pemborosan dan mubazir


Ini merupakan “dosa” umum buka bersama di tempat “mewah.” Manu makanannya sangat banyak dan harganya pun mahal-mahal. Sudah begitu, menu yang sudah dibeli tidak bisa dihabiskan dan akhirnya terbuang sia-sia.

6. Ghibah


Ada kalanya buka bersama diwarnai dengan ghibah. Sambil menunggu buka bersama, antar peserta saling ngorol ternyata ujung-ujungnya ghibah. Untuk mengatasi hal ini, agenda buka bersama perlu disusun dengan rapi, misalnya ada tialwah dan ceramah agama sebelum berbuka dan ngobrolnya diatur agar tidak menjadi ghibah.

7. Zina mata


Ada kalanya buka bersama diadakan di tempat yang justru tidak baik untuk menjaga mata di bulan Ramadhan. Misalnya di restoran atau hotel yang di situ ada kolam renang dan bule-bule dengan tanpa merasa bersalah berenang menjelang Maghrib. Di Surabaya ada tempat berbuka semacam itu dan kota-kota besar lainnya mungkin saja ada.

Namun, zina mata bukan hanya terjadi karena faktor tempat buka bersama. Bisa juga terjadi karena faktor dengan siapa kita buka bersama. Misalnya buka bersama dengan teman-teman alumni atau komunitas yang terdiri dari laki-laki dan perempuan yang tidak menutup aurat dengan rapi.

8. Ikhtilath


Nah, ini terkat erat dengan poin di atas. Kadang buka bersama campur baur antara laki-laki dan perempuan sehingga terjadi ikhtilath.

Yuk kita jaga puasa kita agar jangan sampai menjadi sia-sia seperti sabda Rasulullah:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar.” (HR. Ibnu Majah; hasan shahih)

Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]

Inilah Perbuatan yang Dilarang Allah SWT Namun Para Wanita Menyepelekan dan Selalu Melakukannya..


Nampaknya banyak diantara para wanita yang belum mengerti tentang hal-hal apa saja yangg dilarang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini. Mungkin ada yang sudah mengetahuinya, namun masih ada yang menganggapnya sepele dan akhirnya larangan Allah ini pun diterjang oleh mereka.



Terkadang mereka yang sudah berjilbab secara syar’i pun masih melakukannya. Padahal, perbuatan ini bukan hanya diharamkan oleh Allah, namun juga diancam dengan ancaman yang mengerikan. Sebuah laknat yang kadarnya disamakan dengan zina.

Larangan itu ialah : memakai parfum ketika keluar rumah. Apalagi jika tujuannya agar aroma parfum tersebut tercium oleh lelaki yang bukan suaminya.

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Wanita mana saja yang memakai parfum kemudian lewat pada suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina” (HR. An Nasa’i)

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِقَوْمٍ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ

“Wanita mana saja yang memakai parfum lalu melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina” (HR. Ahmad)

Terkadang, ketika diingatkan agar tidak menggunakan parfum saat keluar rumah, umumnya wanita akan berdalih dengan beberapa alasan seperti berikut.

“Daripada bau tidak sedap”,

“Agar tidak mengganggu orang lain dengan bau keringat”, dan alasan lain yang tetap saja bila dilakukan akan mengundang laknat Allah dan rasul-Nya.

Lalu bagaimana solusinya agar alasan-alasan itu terselesaikan tanpa melanggar larangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?

Ustadz Agung Cahyadi, Lc, MA –pakar fikih dari Surabaya- merekomendasikan, wanita yang ingin menjaga badan agar tidak bau, saat ini bisa menggunakan media-media selain parfum yang menimbulkan bau wangi.

Ada yang berupa penghilang bau badan, ada yang berupa penghilang bau mulut. Namun tetap tidak boleh yang berupa parfum atau wangi-wangian ketika keluar rumah.

Semoga jadi pelajaran buat para wanita muslimah

Wallahu a’lam bish shawab.
 
Sumber : merdekasiana.com