Jokowi Ingatkan Elite Politik Untuk Bicara Baik dan Santun



Presiden Joko Widodo membuka kongres ke-XIX Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII). Saat memberikan sambutan, Jokowi mengingatkan elite politik untuk menjaga karakter bangsa.

"Untuk elite-elite politik, berilah contoh, berilah teladan, dengan kata-kata dan kalimat-kalimat yang baik, pernyataan-pernyataan yang baik dan santun, karena itulah karakter bangsa," ujar Jokowi di Masjid Agung Darussalam Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/5).

Jokowi mengingatkan, elite politik juga jangan kehilangan jati diri Indonesia sebagai negara yang beragam Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). Setiap persoalan harus dihadapi dengan santun dan mencerminkan keragaman.

"Karena bangsa kita sebagai bangsa yang beragama, yang santun, yang sopan," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi meminta kader PMII untuk menjadi bagian dari solusi persoalan bangsa. Misalnya, kader PMII meminimalisir aksi saling menghujat dan saling memfitnah.

"Kita lupa kita ini saudara, jadi jangan saling menjelekkan, jangan saling memfitnah. Perlu saya ingatkan, kita ini saudara baik sesama muslim sebagai saudara sebangsa dan setanah air," ucapnya.

Selain itu, Kepala Negara juga berharap kader PMII tidak menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak produktif seperti menggelar demonstrasi. Sebaiknya, kader PMII mengasah diri dan mengembangkan gagasan besar untuk menyejahterakan Indonesia.

"Saya kadang-kadang terus terang saja sedih kalau melihat orang tiap hari orang demo, ribuan demo, ratusan ribu demo, energi kita habis hanya untuk itu," pungkasnya.

Sumber : merdeka.com

Astaghfirullah.. Di Bulan Ramadhan Ini Muslim Myanmar Tetap Dipersulit Untuk Beribadah..!



Diskriminasi terus dialami Muslim Myanmar. Memasuki bulan Ramadan, para umat Muslim di Myanmar masih dipersulit buat beribadah.

Organisasi hak asasi manusia Human Rights Watch mengungkapkan, ada dua sekolah madrasah ditutup massa ultranasionalis Buddhis di Kota Thaketa, Rangoon. Itu menurut laporan seorang pegiat Human Rights Watch, Richard Weir.

Kedua sekolah ditutup akhir bulan lalu usai massa ultranasionalis menekan pihak berwenang. Human Rights Watch menilai tindakan ini untuk memenuhi kemauan massa.

Seruan untuk membuka kembali sekolah muslim tersebut disuarakan dari berbagai pihak, tetapi pemerintah tidak bergeming. Alasannya supaya tidak ada sekolah lain yang ditutup.

Wunna Shwe, Sekretaris Jenderal Dewan Urusan Agama Islam menyebutkan penutupan ini tidak biasanya terjadi di Myanmar. Dengan adanya tindakan tersebut, diduga akan memengaruhi kelompok agama minoritas lainnya.

"Menurut pengalaman kami, madrasah yang disegel atau ditutup hampir tidak pernah dibuka lagi," tuturnya, seperti dilaporkan Asian Correspondent, Minggu (28/5).

Kelompok ultranasionalis Buddha mengklaim penutupan sekolah sah lantaran pemimpin madrasah menandatangani dokumen berisi persetujuan tidak menggunakan sekolah untuk salat. Namun, warga Muslim Thaketa menyebutkan selama beberapa tahun terakhir mereka mendapat izin untuk salat di sana selama bulan Ramadan.

"Sudah sejak lama kita bisa membangun masjid baru di negara ini. Namun, selalu saja kurang karena ada yang dihancurkan dan ditutup," kata Kyaw Khin, ketua Kelompok Muslim Nasional.

Sementara itu, pemerintah Myanmar sendiri dengan sangat keras membatasi pembangunan atau renovasi bangunan keagamaan dan bahkan, praktik keagamaan itu sendiri. Penutupan sekolah muslim hanya sebagian kecil dari diskriminasi sistematik dihadapi umat Islam di negara ini. [ary]

Sumber : merdeka.com

Waduh.. Metro TV Bikin Berita HOAX! Kali Ini Fahri Hamzah Yang Membongkar Kabar HOAX Tersebut..




Metro TV kembali harus menanggung malu. Kali ini, berita hoax-nya dibongkar oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

Metro TV memberitakan bahwa Fahri Hamzah akan melantik Front Pembela Islam (FPI) di Bitung. Tentu saja, banyak pihak yang tahu kekeliruan berita itu. Pasalnya, Fahri Hamzah tidak memiliki hubungan apa-apa secara struktural dengan FPI.

Fahri Hamzah pun menegaskan bahwa Metro TV membuat rakyat resah karena berita-berita bohong seperti itu.

“Dari mana @Metro_TV bisa mengarang berita saya mau lantik FPI di Bitung?. Media begini bikin rakyat resah.. karena suka bohong,” tulisa Fahri Hamzah melalui akun Twitter pribadinya, @fahrihamzah, Senin (15/5/2017) pagi.

Hingga berita ini dimuat, Metro TV yang di-mention oleh Fahri Hamzah dalam twit tersebut belum juga memberikan tanggapan.

                           

Hal ini menguatkan pernyataan Fahri bahwa berita itu hoax.

“@Metro_TV harus klarifikasi atau #MetroTV_Pembohong #MetroTV_Pembohong #MetroTV_PemecahBelah #MetroTV_PemecahBelah,” kata @FaqihSyahrir mengomentari twit tersebut.

“Media ini selalu membuat berita negatif yang berlawanan politik dengan pemiliknya. Inilah kalau media sudah tidak independen malah jadi penyumbang keresahan,” kata @noey_moel.

“Saya pikir @Metro_TV dah taubat.. eh ternyata masih jadi media fitnah no 1 di Indonesia... miris,” kata @BPoenya.

Ada pula netizen yang menyarankan Fahri Hamzah menempuh jalur hukum.

“Tolong pakai langkah hukum Bang. Laporkan ke pihak berwenang,” kata Peeeep Adventure. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Kaumnya Digerebek, Hartoyo Ngamuk Begini ke Polisi!

 
Penggerebekan pesta s**s kaum gay di di tempat Fitnes Atlantis, Kelapa Gading, Ahad (21/5/2017) malam membuat Hartoyo berang. Aktivis LGBT itu pun menyerang polisi dengan kalimat-kalimat tajam.

Pertama, Hartoyo menuding polisi pilih kasih dalam menegakkan hukum. Menurutnya, tidak sedikit orang-orang ‘normal’ menggunakan tempat hiburan sebagai tempat pesta s**s. Bahkan, banyak pula yang menggunakan tempat hiburan sebagai tempat transaksi narkoba.

“Seharusnya polisi adil dalam memproses hukum klub malam yang kedapatan menggelar acara pesta seks,” kata Hartoyo, Senin (22/5/2017), seperti dikutip Kriminalitas.com.

Ia meminta polisi tidak menggunakan standar ganda dalam menggerebek klub malam yang selama ini menyediakan tempat hiburan bagi masyarakat.

“‎Jangan noraklah. Benahi semuanya, kerja sesuai aturan hukum,” kata Hartoyo geram.

Seperti diketahui, polisi menggerebek sebuah ruko di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Ahad (21/5/2017) malam. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 141 pria dan kemudian menetapkan 10 orang sebagai tersangka. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Subhanallah..! Ada Yang Tahu Sebetulnya Siapakah Dalang Dibalik Muslim Cyber Army? Dimana Lokasi Pusatnya? Dan Data Lengkap Lainnya? Baca Disini!



Kabarnya si "om" mau bubarkan Muslim Cyber Army (MCA).

Om tahu tidak siapa pemimpinnya???

Kantornya dimana???

Siapa yg gaji para MCA???
 

Apa visi dan misi MCA???
 

Berapa jumlah anggota MCA???
 

Ini Gw kasih tahu ye om :
 

1. Pemimpin MCA itu namanya : Iman
 

2. Alamatnya : di Dada
 

3. Yang menggaji : Allah
 

4. Visi : Amar ma'ruf nahi munkar.
Misi : Membela agama Allah dimana saja (darat
laut udara) dan kapan saja sampai mati.
 

5. Jumlah Anggota MCA :
Seluruh orang Islam se-Indonesia plus negara2
sahabat plus sahabat relawan non muslim
nasionalis sejati yang rela berjuang siang malam
tanpa henti demi membela kebenaran dan
keadilan.
 

Catatan:
- para MUNAFIQUN tidak termasuk dalam
anggota MCA.


ALLAHUAKBAR! 

-MCA-

Syariat Islam Jadi Bahan Candaan di Stand Up Comedy, Netizen Muslim Protes!


 Media sosial kembali dihebohkan dengan tindakan komedian. Sebuah tayangan Stand Up Comedy dinilai telah melecehkan syariat Islam khususnya di Aceh. Sontak, banyak netizen muslim menuliskan protes.

Dalam sebuah cuplikan video yang beredar di Facebook, seorang komikus menjadikan penerapan syariat di Aceh sebagai bahan lelucon. Salah satunya, ia menyayangkan tidak adanya bioskop di Serambi Mekah itu.

Padahal, menurutnya, bisa saja dibuat bioskop syariah dengan lembaga sensor syariah hingga adanya kotak amal keliling saat film diputar dan mengganti popcorn dengan kurma.

Banyak netizen muslim kemudian melayangkan protesnya atas candaan yang dinilai melecehkan itu.

“Lawakanmu ga lucu... agama dibuat candaan..Yg ketawa juga pe'@” kata Dede Thea.

“Na'uzubillahi minzalik.. semoga dia menyadari apa yang dicandain itu salah..” kata Eko Agustyo

“Tangkap segera? Karena sudah menghina dan merendahkan NAD . Aceh menjalankan syariat Islam sudah di sahkan oleh Undang undang. Tidak bisa orang bebas menghina dan melecehkan Aceh !” kata Sidi Majolela. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Jangan Sepelekan JIL! Inilah Pernyataan-Pernyataan Nyeleneh Tokoh-Tokoh Islam Liberal di Indonesia!

 
 
Berikut ini adalah petikan dari ucapan beberapa tokoh Islam Liberal di Indonesia disertai referensi yang cukup jelas untuk menjamin otentisitasnya. Saya berusaha memberikan jawaban seobjektif dan sesederhana mungkin dengan cara yang dapat dipahami setiap orang. Hanya kepada Allah-lah kami berlindung dari godaan syetan dari golongan jin dan manusia yang terkutuk.

“Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar.” (Ulil Abshar Abdalla, dari majalah GATRA, 21 Desember 2002).

Pertanyaan pertama yang harus diajukan adalah : Apakah Ulil sudah pernah melakukan studi perbandingan agama sebelumnya? Jika ya, agama-agama apa sajakah yang sudah diperbandingkannya? Selain itu, sebagai manusia yang intelek, seharusnya ia tidak membuat klaim begitu saja, melainkan memberikan bukti-bukti yang konkrit.


Alangkah lebih baik jika ia membuat sebuah buku yang membuktikan bahwa semua agama itu sama, atau menyelenggarakan sebuah seminar tentang itu, kemudian menjadikannya sebagai rujukan dalam wawancara, agar para pembaca tidak menelan bulat-bulat apa yang dikatakannya. Kecuali, barangkali, ia memang ingin ucapannya ditelan bulat-bulat.

Jika ini yang terjadi, maka Ulil dan Islam Liberal sebenarnya adalah sebuah gerakan ekstremis yang dilandasi oleh pemahaman yang fanatik. Terakhir, jika memang ia menganggap semua agama itu benar, mengapa ia mencatut nama Islam dalam organisasinya? Alangkah lebih baiknya ia menyatakan diri sebagai penganut agama liberal dan mengubah nama JIL menjadi JAL (Jaringan Agama Liberal). Menganut paham ‘semua agama benar’ sekaligus menggunakan nama ‘Islam’ adalah suatu kontradiksi yang amat mengherankan.

“Tapi, bagi saya, all scriptures are miracles, semua kitab suci adalah mukjizat.” (Ulil Abshar Abdalla, dari koran Jawa Pos, 11 Januari 2004).

Sekali lagi, perlu dipertanyakan (atas nama keilmiahan) sejauh mana Ulil telah melakukan penelitian dan memperbandingkan semua kitab suci dari berbagai agama. Samakah Al-Qur’an dengan Bible? Bagaimana Ulil bisa berpendapat bahwa semua kitab suci adalah mukjizat? Di manakah bukti-bukti kongkritnya? Jika ia tidak bisa menjawab, maka sekali lagi, jelaslah bahwa JIL adalah organisasi ekstremis yang anggotanya fanatik dan taqlid buta pada pemimpinnya.

“Karenanya, yang diperlukan sekarang ini dalam penghayatan masalah pluralisme antaragama, yakni pandangan bahwa siapa pun yang beriman – tanpa harus melihat Agamanya apa – adalah sama di hadapan Allah. Karena, Tuhan kita semua adalah Tuhan Yang Satu.” (Budhy Munawar Rahman, dari buku Wajah Liberal Islam di Indonesia terbitan JIL).

Tentu saja Tuhan kita semua adalah Tuhan Yang Satu, Yang Maha Esa. Apa pun agamanya, hanya ada satu ilah yang memegang kuasa penuh dan tak tertandingi. Namun masing-masing agama memiliki definisi yang berbeda tentang ilah ini.

Umat Islam percaya pada Allah, umat Kristiani percaya pada konsep trinitasnya. Samakah Allah dalam pemahaman agama Islam dengan konsep trinitas yang dipegang teguh oleh umat Kristiani? Rasanya saya belum pernah mendengar ada orang yang mengatakan bahwa kedua konsep ketuhanan ini sama.

Selain itu, nampaknya Budhy Munawar Rahman ini khawatir bahwa memberikan predikat ‘kafir’ pada umat agama lain akan memicu kekerasan antarumat beragama. Padahal, secara bahasa, ‘kafir’ berasal dari kata yang sama dalam bahasa Arab yang artinya ‘ingkar’. Orang yang kafir adalah orang yang ingkar terhadap sesuatu (dalam hal ini ingkar terhadap ajaran Islam). Tidak ada konsekuensi yang buruk sama sekali atas keingkarannya itu, karena Islam tidak merasa perlu memaksa orang lain untuk memeluk agama Islam.

Kekhawatiran kaum liberalis ini nampaknya mereka warisi dari para mentornya yang berasal dari Eropa yang masih trauma dengan peristiwa inkuisisi, yaitu pembantaian besar-besaran terhadap siapa saja yang dikategorikan ‘kafir’ oleh pihak Gereja.

“Jika semua agama memang benar sendiri, penting diyakini bahwa surga Tuhan yang satu itu sendiri terdiri dari banyak pintu dan kamar. Tiap pintu adalah jalan pemeluk tiap agama memasuki kamar surganya. Syarat memasuki surga ialah keikhlasan pembebasan manusia dari kelaparan, penderitaan, kekerasan dan ketakutan, tanpa melihat agamanya. Inilah jalan universal surga bagi semua agama. Dari sini, kerja sama dan dialog pemeluk berbeda agama jadi mungkin.” (Abdul Munir Mulkhan, dari buku Ajaran dan Jalan Kematian Syekh Siti Jenar).

Pertama, ia mengawali pernyataan ini dengan kata “jika”. “Jika semua agama memang benar sendiri…..” artinya adalah “belum tentu semua agama memang benar sendiri…..”. Dengan sendirinya, semua pernyataan setelah itu adalah sebuah hipotesa belaka dan tidak perlu dianggap sebagai sebuah fakta, karena ia juga tidak pernah mengajukan secuil bukti dalam bentuk apa pun.

Kedua, ia melakukan sebuah kesalahan fatal, yaitu dengan menganggap dirinya sudah sama dengan Tuhan atau mampu berpikir layaknya Tuhan. Dari mana datangnya teori bahwa semua agama pasti diridhai oleh Allah? Entahlah! Saya rasa tidak perlu dijawab, karena ia sendiri tidak mengajukan alasan apa pun.

Ketiga, dengan mengatakan bahwa teorinya (yaitu dengan menganggap semua agama sama) adalah pembuka jalan bagi kerja sama dan dialog antarumat beragama. Kenyataannya, kerja sama dan dialog dapat terjadi tanpa harus mengakui teori Abdul Munir Mulkhan tersebut. Saya menganggap kalimat terakhirnya itu adalah sebentuk megalomania yang menganggap bahwa teorinya adalah teori sapu jagat yang bisa menyelesaikan masalah.

“Jadi, pluralisme sesungguhnya adalah sebuah aturan Tuhan (sunnatullah) yang tidak akan berubah, sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari.” (Nurcholis Madjid, dari buku Islam Doktrin dan Peradaban).

Perlu dipahami bahwa pluralitas dan pluralisme adalah dua hal yang berbeda. Pluralitas adalah fakta bahwa manusia diciptakan dalam keadaan yang berbeda-beda, sedangkan pluralisme (menurut definisi Nurcholis Madjid sendiri, namun tidak disetujui oleh Frans Magnis Suseno) adalah paham yang mengatakan bahwa semua agama itu sama, yaitu sama-sama benar.

Apakah paham ini adalah sunnatullah? Apakah ia tak dapat dilawan? Sebaiknya Nurcholis Madjid bersikap bijak dan menunggu hingga akhir jaman untuk melihat bukti apakah paham ini bisa dilawan atau tidak. Kenyataannya, banyak orang yang sedang berjuang untuk melawannya. Salah satunya adalah saya sendiri. Jadi, kalau Cak Nur bilang bahwa pluralisme tidak mungkin dilawan, maka saya akan menjawab : “We’ll see.”

“Prinsip lain yang digariskan oleh Al-Qur’an adalah pengakuan eksistensi orang-orang yang berbuat baik dalam setiap komunitas beragama dan dengan begitu, layak memperoleh pahala dari Tuhan. Lagi-lagi, prinsip ini memperkokoh ide mengenai pluralisme keagamaan dan menolak eksklusifisme. Dalam pengertian lain, eksklusifisme keagamaan tidak sesuai dengan semangat Al-Qur’an. Sebab Al-Qur’an tidak membeda-bedakan antara satu komunitas agama dari lainnya.” (Alwi Shihab, dari buku Islam Inklusif ; Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama).


Agaknya Alwi Shihab terlalu bersikap curiga pada umat Islam sampai-sampai perlu diinklusifkan. Padahal sudah sejak dahulu umat Islam tidak pernah bersikap eksklusif, bahkan berhubungan baik dengan agama mana pun.

Jika memang ada sebagian Muslim yang bersikap ofensif terhadap umat agama lain, maka yang perlu dilakukan adalah menasihatinya untuk kembali pada ajaran Rasulullah saw., bukan mengarang-ngarang ajaran baru yang disebut sebagai ‘Islam Inklusif’ atau ‘Islam Pluralis’. Embel-embel apa pun yang disandingkan dengan nama Islam menunjukkan bahwa ia bukanlah Islam murni. Apakah Alwi Shihab hendak berkata bahwa Islam ini kekurangan sehingga perlu dilengkapi? Sungguh sebuah gugatan yang amat tidak pantas terhadap Allah SWT!!!

“Jika kelak di akhirat, pertanyaan di atas diajukan kepada Tuhan, mungkin Dia hanya tersenyum simpul. Sambil menunjukkan surga-Nya yang Mahaluas, di sana ternyata telah menunggu banyak orang, antara lain; Jesus, Muhammad, Sahabat Umar, Gandhi, Luther, Abu Nawas, Romo Mangun, Bunda Teresa, Udin, Baharudin Lopa, dan Munir!” (Sumanto Al-Qurtuby, dari buku Lubang Hitam Agama)

Sekali lagi, pernyataan ini diawali dengan kata “jika” dan “mungkin”. Artinya, hanya sebuah kemungkinan yang mampu dipikirkan oleh benak seorang Sumanto. Saya menganggapnya sebagai sebuah hipotesa yang tidak perlu ditanggapi serius karena memang sama sekali tidak ilmiah.

Anda perlu gambaran lebih lanjut? Saya akan mengutip beberapa tulisan Sumanto Al-Qurtuby dalam bukunya yang berjudul Lubang Hitam Agama. Silakan Anda menilai sendiri!

  • “Bahkan sesungguhnya hakekat Al-Qur’an bukanlah ‘teks verbal’ yang terdiri atas 6666 ayat bikinan Utsman itu melainkan gumpalan-gumpalan gagasan.” (hal. 42)
  • “Al-Qur’an bagi saya hanyalah berisi semacam ‘spirit ketuhanan’ yang kemudian dirumuskan redaksinya oleh Nabi.” (hal. 42)
  • “Seandainya (sekali lagi seandainya) Pak Harto berkuasa ratusan tahun, saya yakin Pancasila ini bisa menyaingi Al-Qur’an dalam hal ‘keangkeran’ tentunya.” (hal. 64)
  • “Di sinilah maka tidak terlalu meleset jika dikatakan, Al-Qur’an, dalam batas tertentu, adalah “perangkap” yang dipasang bangsa Quraisy (a trap of Quraisy).” (hal. 65)

Na’uudzubillaah!


Sumber:
Judul Asli: Yang Aneh dari Islam Liberal

Penulis: Ibnu Maryam

Bukan Isapan Jempol Belaka! Inilah Perusahaan Yang Pada Cetakan Al-Qurannya Tidak Ada Surat Al-Maidah 51 !!


Kementerian Agama memberikan teguran keras pihak penerbit Alquran tanpa Surat Al Maidah ayat 51-57. LPMQ sudah meminta penjelasan kepada PT. Suara Agung Jakarta terkait hal itu.

Hal ini disampaikan Pjs Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMQ) Balitbang-Diklat Kemenag Muchlis M Hanafi. Menurutnya, LPMQ sudah meminta penjelasan kepada PT Suara Agung Jakarta.

“Penerbit mengakui adanya kesalahan yang tidak disengaja, dan telah mengambil langkah-langkah sesuai prosedur yang ditetapkan LPMQ,” katanya, Kamis (25/5).

Muchlis mengingatkan, para penerbit Alquran lebih berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang kembali. “Jangan sampai kepentingan bisnis berada di atas kesucian teks Alquran, sebab tidak jarang kesalahan terjadi karena keteledoran akibat kurangnya quality control,” tegas Muchlis.

Kepada warga masyarakat, Muchlis menyampaikan, terima kasih atas laporan kesalahan cetak. Doktor Tafsir lulusan Al Azhar Kairo ini berharap kepada siapapun, bila menemukan kesalahan pada mushaf Alquran, baik cetak maupun elektronik (digital), agar segera dilaporkan kepada LPMQ.
“Kantor LPMQ di Gedung Bayt Alquran Taman Mini Indonesia Indah (TMII), telepon : 021-87798807, email: lpmajkt@kemenag.go.id,” tuturnya.

Sebelumnya, beredar berita ditemukannya Mushaf Alquran tanpa Surat Al Maidah ayat 51 – 57. Kejadian bermula dari laporan KH. Basith, pengurus DKM Masjid Assifa desa Sukamaju Kec. Megamendung Bogor yang menemukan mushaf cetakan PT. Suara Agung pada Selasa, 23 Mei 2017. Informasi itu viral di media sosial sehari setelahnya.

Sumber: dakwatuna.com

Max Allegri Akan Hengkang Dari Juventus?



Massimilano Allegri menyatakan keinginannya untuk bertahan di Juventus. Dalam beberapa waktu terakhir, mantan pelatih AC Milan itu santer dihubungkan dengan kepindahannya ke Emirates Stadium untuk menggantikan Arsene Wenger sebagai juru taktik Arsenal. Namun dalam sesi konferensi pers jelang laga terakhir Juventus di Serie A melawan Bologna di Stadio Renato Dall`Ara, Sabtu (27/5).

Allegri mengaku bahwa ia ingin segera melakukan pembicaraan dengan manajemen klub mengenai perpanjangan kontrak setelah final Liga Champions melawan Real Madrid pada 3 Juni nanti di Cardiff. Namun sebelum ada kepastian perpanjangan kontrak bagi Allegri segala kemungkinan masih bisa terjadi. Sebab kabarnya Arsenal masih mencari celah untuk membajak pelatih berusia 49 tahun itu dari Juventus Stadium.

Keinginan suporter Arsenal agar Wenger segera menanggalkan jabatannya semakin berembus kencang. Apalagi setelah Arsenal gagal lolos Liga Champions musim depan. Selain Allgri, Diego Simeone juga masuk daftar incaran Arsenal untuk menggantikan Wenger. Namun Simeone telah memutuskan bertahan di Atletico Madrid sehingga opsi paling realistis adalah menggaet Allegri.
Allegri sendiri saat ini masih terikat kontrak hingga Juni 2018 mendatang, dengan apa yang telah ia lalui selama tiga musim mengarsiteki Juventus, ia mengaku sudah merasa nyaman berada di Juventus Stadium.

"Saya ingin tinggal di Juventus. Saya memiliki kontrak sampai 2018 dan perlu berbicara dengan klub setelah final Liga Champions. Saya bangga dengan apa yang telah kita capai selama tiga tahun di sini,” ucapnya seperti dikutip dari Soccerway.

Sejak mengambil alih tampuk kepemimpinan dari Antonio Conte pada 2014, Allegri mampu menjaga trend positif Juventus di kompetisi domestik. Selama tiga musim beruntun, ia mampu membawa “Si Nyonya Tua” berhasil merebut gelar juara Serie A.

Selain itu pada tahun pertamanya menangani Juventus, ia langsung mengantar klub asal Turin itu menembus babak final Liga Champions. Sayang saat itu keperkasaan Barcelona gagal diredam, karena pada akhirnya mereka harus puas menjadi runner-up.

Pada musim ketiganya kembali Allegri berhasil mengantar Juve menuju final Liga Champions musim 2016/2017. Kembali mereka akan berhadapan melawan wakil Spanyol di partai puncak. Bukan Barcelona, melainkan Real Madrid yang berstatus sebagai juara bertahan.

Allegri ingin akhir musim ini ada trofi kompetisi Eropa yang bisa direngkuh Juventus. Menurutnya kemenangan atas Madrid di Cardiff bisa memperbaiki pencapaian mereka di Liga Champions dua musim lalu. "Mudah-mudahan kita bisa menambahkan trofi lain di Cardiff," tegasnya.

Sumber : panditfootball

Astagfirullah.. Rasulullah Benar, Kini Banyak Orang Mengidap Dua Penyakit Ini..!



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyampaikan nubuwatnya di depan para sahabat. Tentang penyakit yang akan menimpa umat menjelang akhir zaman. Dan kini, sabda Rasulullah itu terbukti.

Sungguh prediksi beliau tak pernah meleset karena semua itu adalah berdasarkan wahyu dari Allah yang Maha Mengetahui.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا . فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ . فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

“Hampir saja umat-umat (kafir) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul untuk menyantap makanan”. Seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah bersabda, ”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai buih yang dibawa oleh air. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah bersabda,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud dan Ahmad; shahih)

Cinta dunia dan takut mati. Inilah dua penyakit yang melanda banyak orang di zaman ini. Tepat seperti sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Fenomena korupsi, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang dan kekuasaan, menipu dan sejenisnya merupakan bukti cinta dunia. Tidak mempedulikan halal dan haram dalam berbisnis, menzalimi orang lain demi keuntungan pribadi juga merupakan bukti cinta dunia.

Semakin akut cinta dunia, semakin orang takut kehilangan harta. Takut kehilangan jabatan. Takut kehilangan kekuasaan. Umumnya hal itu akan mengakibatkan depresi saat kehilangan itu benar-benar terjadi.

Takut mati sering kali mengiringi kecintaan terhadap dunia. Karena begitu cintanya dengan dunia, ia tidak rela meninggalkannya. Jadinya, ia takut jika Malaikat Maut datang lalu ia berpisah dengan kenikmatan di dunia ini.

Takut mati ini akan lebih kentara terlihat ketika ada panggilan jihad. Seseorang yang takut mati, ia takkan berani terjun ke medan jihad sebagaimana Abdullah bin Ubay berbalik pulang saat menuju uhud. [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]

Doamu Belum juga DIkabulkan? Perhatikan 7 Poin Ini.. Point no 4 Paling Penting!


Anda merasa telah berulang-ulang berdoa tetapi belum juga dikabulkan Allah? Anda merasa telah sekian lama berdoa tetapi belum juga diijabah Allah? Jika Anda merasa demikian, coba perhatikan 7 poin yang dinasehatkan KH Arifin Ilham ini.

Ustadz, mengapa doa-doaku tidak diijabah Allah?

Sahabatku,
1. Tugas kita sebagai hamba-Nya berdoa, hak prerogratif Allah untuk mengijabahnya.

2. Allah ingin kita selalu berdoa pada-Nya, boleh jadi kalau dikabulkan kita tidak berdoa lagi.

3. Tidak dikabulkan karena kalau dikabulkan membawa fitnah untuk kita, tidak jadi kaya, boleh jadi setelah kaya jadi sombong.

4. Insya Allah dikabulkan hanya waktu kemudian, atau

5. Allah hanya kabulkan di akhirat saja, jadi doa sebagai tabungan akhirat.

6. Allah kabulkan dalam bentuk lain, Allah tahu baik buruknya untuk kita,

7. Kalau tidak juga tetaplah baik sangka, dan saatnya untuk muhasabah diri, mungkin hidup kita dari rizki tidak halal, mungkin ibadah kita masih diiringi ma'siyat, atau masih sering menyakiti orang lain atau aurat kita masih belum terjaga...

So perbaiki diri, sungguh-sungguhlah taat dan jangan pernah putus asa dalam berdoa! Baca dengan iman, "Berdoalah kalian kepada-Ku, pasti KU ijabah doa kalian!!" (QS al Mu'min : 60).

SubhanAllah, terus terus terus berdoa karena kita tidak tahu kapan, di mana dan bagaimana doa kita diijabah Allah...insya Allah, aamiin. []

Sumber : tarbiyah.net