Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Kainama: Saya Memeluk Islam karena Mencintai Yesus



Ahmad Kainama
Dia bernama Ahmad Kainama, memeluk  Islam sejak tahun lalu, tepatnya pada tanggal 26 Agustus, bulan suci Ramadhan. Ia mengucapakan syahadat di Masjid Agung Sunda Kelapa.

Ia adalah pria keturunan Ambon yang seluruh keluarganya memeluk agama Kristen. Tidak ada Kainama yang menjadi Islam," ujarnya. Itulah yang menyebabkan ia tidak diakui lagi oleh keluarga besarnya baik di Ambon maupun yang tinggal di Tanjung Priok, Jakarta hingga kini, karena keputusannya memeluk Islam

Pria yang dulu bernama Agustinus Christovel Kainama mengaku keputusannya menjadi muslim, bukan karena ia mempelajari Al-Quran, melainkan karena ia memperdalam Injil sebagai kecintaannya kepada Yesus. Pada mulanya ia adalah sorang pendeta yang bertugas sejak 2005.

Ia bahkan pernah ke Yerussalem hingga ke Leiden untuk kuliah jurusan Liturgi Teologi, itu semua ia lakukan dengan biaya gratis yang ditanggung oleh Gereja Zebaot, Bogor, gereja di mana ia bertugas menjadi pendeta. Sekolah teologinya dibiayai oleh gereja itu mulai dari S1 di STT (Sekolah Tinggi Teologi) Jakarta, sampai menjadi orang sukses.

Apa yang membuat ia berubah? Rupanya setelah ia mempelajari Injil, ia memahami Nabi Isa ternyata juga menjalankan puasa, shalat, disunat, wudhu, tahajud dan bersedekah. “Semua itu dilakukan pula oleh umat Islam,” ujarnya. Saat sudah begitu dalam mengkaji Injil, ia malah memutuskan menjadi muslim karena apa yang dilakukan oleh Yesus.

Baginya itu adalah keputusan yang tepat. Apalagi sejak tahun 2000 pondasi keimanannya sebenarnya mulai runtuh lantaran ia memahami surat Yohanes 21 ayat 15 yang menjelaskan "sesudah sarapan, Yesus berkata kepada Petrus. Petrus apakah engkau mengasihi aku". Bagi beliau, Yesus seorang Tuhan seharusnya tidak makan, karena ia bukan manusia. Tapi dalam ayat tadi disebutkan Yesus makan. Akhirnya Kainama mengambil kesimpulan bahwa Yesus bukan Tuhan.

Tahun 2000 sampai 2010 ialah masa tersulit bagi Kainama. Ia mengalami tekanan batin karena harus menceritakan kebohongan kepada orang-orang ketika masih menjadi sorang pendeta.

Namun sejak keimanan goyah pada tahun 2000, ia belum berani untuk memeluk agama Islam. Ia merasa nyalinya masih ciut, ia tidak tahu harus berbuat apa karena selama ini kehidupannya dibiayai oleh Gereja Zebaot.

Tapi penolakan batinnya begitu kuat. Hingga, "Pernah pada suatu kali, ketika saya ada perjalanan pekabaran Injil di Orchad, Singapura. Saat saya mau khotbah, tiba-tiba saya ketakutan, berkeringat dan gemetar dan kemudian saya memegang pinggir mimbar, sampai-sampai orang-orang yang menyaksikan mengatakan saya disentuh Roh Kudus," tuturnya. Padahal, sama sekali bukan. Ia ketakutan lantaran tak sanggup lagi melakukan kebohongan, sesuatu yang bertentangan dengan batinnya.

Atas petunjuk Allah, akhirnya keputusannya untuk memeluk Islam kian bulat. Ia mendatangi Masjid Agung Sunda Kelapa untuk membaca syahadat dan menjadi mualaf.

Setelah menjadi muslim, kehidupannya berubah. Ia merasa keyakinannya diuji karena tidak ada satu orang pun keluarganya yang menerima ia menjadi sorang muslim. Ia hidup sendiri, tanpa pekerjaan, tanpa uang, dan tanpa fasilitas selama ini yang ia miliki seperti mobil, dan baju-baju.

Sampai ia harus tinggal menumpang di Sekolah Legenda Wisata (Global Mandiri), Cibubur, dan ia tidur di studio musik. Namun ia tetap pada pendiriannya. Kemampuannya bermusik pun akhirnya malah membuat ia diterima menjadi pengajar di studio musik sekolah tersebut.

Meski keluarga semuanya memusuhi, fasilitas yang ia miliki hilang, tapi ia merasa bersyukur karena Allah telah memberikan hidayah dan kedamaian batin kepadanya. Ia beryukur telah terlahir kembali menjadi seorang muslim dan meyakini telah berada di jalan yang benar.

Sumber : republika.co.id

Waspada!! Berdasarkan Tanda-Tanda Ini, Dajjal Akan Muncul Pada Tahun 2022..??!


Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahih-nya ini, banyak ulama yang meyakini bahwa saat ini Dajjal sudah ada. Tinggal menunggu ketentuan Allah untuk keluar dari “penjara” yang mengurungnya.

Dari Fatimah bintu Qais radhiyallahu anha, ia berkata,

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكُنْتُ فِي صَفِّ النِّسَاءِ الَّتِي تَلِي ظُهُورَ الْقَوْمِ فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاتَهُ جَلَسَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَضْحَكُ فَقَالَ لِيَلْزَمْ كُلُّ إِنْسَانٍ مُصَلَّاهُ ثُمَّ قَالَ أَتَدْرُونَ لِمَ جَمَعْتُكُمْ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ إِنِّي وَاللَّهِ مَا جَمَعْتُكُمْ لِرَغْبَةٍ وَلَا لِرَهْبَةٍ وَلَكِنْ جَمَعْتُكُمْ لِأَنَّ تَمِيمًا الدَّارِيَّ كَانَ رَجُلًا نَصْرَانِيًّا فَجَاءَ فَبَايَعَ وَأَسْلَمَ وَحَدَّثَنِي حَدِيثًا وَافَقَ الَّذِي كُنْتُ أُحَدِّثُكُمْ عَنْ مَسِيحِ الدَّجَّالِ حَدَّثَنِي أَنَّهُ رَكِبَ فِي سَفِينَةٍ بَحْرِيَّةٍ مَعَ ثَلَاثِينَ رَجُلًا مِنْ لَخْمٍ وَجُذَامَ فَلَعِبَ بِهِمْ الْمَوْجُ شَهْرًا فِي الْبَحْرِ ثُمَّ أَرْفَئُوا إِلَى جَزِيرَةٍ فِي الْبَحْرِ حَتَّى مَغْرِبِ الشَّمْسِ فَجَلَسُوا فِي أَقْرُبْ السَّفِينَةِ فَدَخَلُوا الْجَزِيرَةَ فَلَقِيَتْهُمْ دَابَّةٌ أَهْلَبُ كَثِيرُ الشَّعَرِ لَا يَدْرُونَ مَا قُبُلُهُ مِنْ دُبُرِهِ مِنْ كَثْرَةِ الشَّعَرِ فَقَالُوا وَيْلَكِ مَا أَنْتِ فَقَالَتْ أَنَا الْجَسَّاسَةُ قَالُوا وَمَا الْجَسَّاسَةُ قَالَتْ أَيُّهَا الْقَوْمُ انْطَلِقُوا إِلَى هَذَا الرَّجُلِ فِي الدَّيْرِ فَإِنَّهُ إِلَى خَبَرِكُمْ بِالْأَشْوَاقِ قَالَ لَمَّا سَمَّتْ لَنَا رَجُلًا فَرِقْنَا مِنْهَا أَنْ تَكُونَ شَيْطَانَةً قَالَ فَانْطَلَقْنَا سِرَاعًا حَتَّى دَخَلْنَا الدَّيْرَ فَإِذَا فِيهِ أَعْظَمُ إِنْسَانٍ رَأَيْنَاهُ قَطُّ خَلْقًا وَأَشَدُّهُ وِثَاقًا مَجْمُوعَةٌ يَدَاهُ إِلَى عُنُقِهِ مَا بَيْنَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى كَعْبَيْهِ بِالْحَدِيدِ قُلْنَا وَيْلَكَ مَا أَنْتَ قَالَ قَدْ قَدَرْتُمْ عَلَى خَبَرِي فَأَخْبِرُونِي مَا أَنْتُمْ قَالُوا نَحْنُ أُنَاسٌ مِنْ الْعَرَبِ رَكِبْنَا فِي سَفِينَةٍ بَحْرِيَّةٍ فَصَادَفْنَا الْبَحْرَ حِينَ اغْتَلَمَ فَلَعِبَ بِنَا الْمَوْجُ شَهْرًا ثُمَّ أَرْفَأْنَا إِلَى جَزِيرَتِكَ هَذِهِ فَجَلَسْنَا فِي أَقْرُبِهَا فَدَخَلْنَا الْجَزِيرَةَ فَلَقِيَتْنَا دَابَّةٌ أَهْلَبُ كَثِيرُ الشَّعَرِ لَا يُدْرَى مَا قُبُلُهُ مِنْ دُبُرِهِ مِنْ كَثْرَةِ الشَّعَرِ فَقُلْنَا وَيْلَكِ مَا أَنْتِ فَقَالَتْ أَنَا الْجَسَّاسَةُ قُلْنَا وَمَا الْجَسَّاسَةُ قَالَتْ اعْمِدُوا إِلَى هَذَا الرَّجُلِ فِي الدَّيْرِ فَإِنَّهُ إِلَى خَبَرِكُمْ بِالْأَشْوَاقِ فَأَقْبَلْنَا إِلَيْكَ سِرَاعًا وَفَزِعْنَا مِنْهَا وَلَمْ نَأْمَنْ أَنْ تَكُونَ شَيْطَانَةً فَقَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ نَخْلِ بَيْسَانَ قُلْنَا عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ قَالَ أَسْأَلُكُمْ عَنْ نَخْلِهَا هَلْ يُثْمِرُ قُلْنَا لَهُ نَعَمْ قَالَ أَمَا إِنَّهُ يُوشِكُ أَنْ لَا تُثْمِرَ قَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ بُحَيْرَةِ الطَّبَرِيَّةِ قُلْنَا عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ قَالَ هَلْ فِيهَا مَاءٌ قَالُوا هِيَ كَثِيرَةُ الْمَاءِ قَالَ أَمَا إِنَّ مَاءَهَا يُوشِكُ أَنْ يَذْهَبَ قَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ عَيْنِ زُغَرَ قَالُوا عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ قَالَ هَلْ فِي الْعَيْنِ مَاءٌ وَهَلْ يَزْرَعُ أَهْلُهَا بِمَاءِ الْعَيْنِ قُلْنَا لَهُ نَعَمْ هِيَ كَثِيرَةُ الْمَاءِ وَأَهْلُهَا يَزْرَعُونَ مِنْ مَائِهَا قَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ نَبِيِّ الْأُمِّيِّينَ مَا فَعَلَ قَالُوا قَدْ خَرَجَ مِنْ مَكَّةَ وَنَزَلَ يَثْرِبَ قَالَ أَقَاتَلَهُ الْعَرَبُ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ كَيْفَ صَنَعَ بِهِمْ فَأَخْبَرْنَاهُ أَنَّهُ قَدْ ظَهَرَ عَلَى مَنْ يَلِيهِ مِنْ الْعَرَبِ وَأَطَاعُوهُ قَالَ لَهُمْ قَدْ كَانَ ذَلِكَ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ أَمَا إِنَّ ذَاكَ خَيْرٌ لَهُمْ أَنْ يُطِيعُوهُ وَإِنِّي مُخْبِرُكُمْ عَنِّي إِنِّي أَنَا الْمَسِيحُ وَإِنِّي أُوشِكُ أَنْ يُؤْذَنَ لِي فِي الْخُرُوجِ فَأَخْرُجَ فَأَسِيرَ فِي الْأَرْضِ فَلَا أَدَعَ قَرْيَةً إِلَّا هَبَطْتُهَا فِي أَرْبَعِينَ لَيْلَةً غَيْرَ مَكَّةَ وَطَيْبَةَ فَهُمَا مُحَرَّمَتَانِ عَلَيَّ كِلْتَاهُمَا كُلَّمَا أَرَدْتُ أَنْ أَدْخُلَ وَاحِدَةً أَوْ وَاحِدًا مِنْهُمَا اسْتَقْبَلَنِي مَلَكٌ بِيَدِهِ السَّيْفُ صَلْتًا يَصُدُّنِي عَنْهَا وَإِنَّ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَائِكَةً يَحْرُسُونَهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَطَعَنَ بِمِخْصَرَتِهِ فِي الْمِنْبَرِ هَذِهِ طَيْبَةُ هَذِهِ طَيْبَةُ هَذِهِ طَيْبَةُ يَعْنِي الْمَدِينَةَ أَلَا هَلْ كُنْتُ حَدَّثْتُكُمْ ذَلِكَ فَقَالَ النَّاسُ نَعَمْ

“Aku pernah shalat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Aku berada di shaff wanita yang berada dekat dengan punggung kaum lelaki. Tatkala Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menyelesaikan shalatnya, beliau duduk di atas mimbar sambil tertawa. Kemudian beliau bersabda, “Hendaknya setiap orang tetap berada di tempatnya”, lalu bersabda lagi, “Tahukah kalian kenapa aku kumpulkan kalian?”

“Hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”, jawab mereka.

Beliau bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku tidaklah mengumpulkan kalian karena hal yang menyenangkan atau menakutkan. Akan tetapi aku kumpulkan kalian, karena Tamim Ad-Dariy dahulu seorang yang beragama Nasrani datang berbai’at dan masuk Islam. Dia telah menceritakan kepadaku sebuah kisah yang sesuai dengan kisah yang pernah aku ceritakan kepada kalian tentang Al-Masih Ad-Dajjal.

Dia telah menceritakan kepadaku bahwa ia berlayar dalam sebuah kapal bersama 30 orang lelaki dari Suku Lakhm dan Judzam. Mereka dipermainkan oleh ombak selama sebulan di lautan. Kemudian mereka berlabuh pada sebuah pulau di tengah lautan ketika terbenamnya matahari. Mereka duduk-duduk di sekoci, lalu memasuki pulau itu.

Mereka terkejut dengan datangnya binatang yang lebat bulunya; mereka tak tahu mana depan dan belakangnya karena banyak bulunya.
Mereka berkata, “Celaka engkau, siapakah engkau?”
“Aku adalah Jassasah”.
“Apa itu Jassasah?”
“Wahai kaum, pergilah engkau kepada laki-laki di dalam istana itu. Karena ia sangat ingin mendengar berita dari kalian”.
Dia (Tamim) berkata, “Tatkala ia (si binatang) menyebutkan seorang lelaki kepada kami, maka kami khawatir jangan sampai binatang itu adalah setan perempuan”. Tamim berkata, “Kami pun pergi dengan cepat sampai kami memasuki istana tersebut. Tiba-tiba di dalamnya terdapat orang yang paling besar kami lihat dan paling kuat ikatannya dalam keadaan kedua tangannya terbelenggu ke lehernya antara kedua lututnya sampai kedua mata kakinya dengan besi”.

“Celaka anda, siapakah anda?”
Orang itu menjawab, “Sungguh kalian telah tahu beritaku. Kabarkanlah kepadaku siapakah kalian?” “Kami adalah orang-orang Arab. Kami telah berlayar dalam sebuah perahu besar. Kami pun mengarungi lautan saat berombak besar. Akhirnya, ombak mempermainkan kami selama sebulan. Kemudian kami berlabuh di pulau anda ini. Kami pun duduk-duduk di sekoci, lalu masuk pulau. Tiba-tiba kami dijumpai oleh binatang yang lebat bulunya; mereka tak tahu mana depan dan belakangnya karena banyak bulunya. Lalu kami dihadapkan kepadamu, kami takut kepadanya dan tak merasa aman jika ia adalah setan perempuan”.

“Kabarilah aku tentang pohon-pohon korma Baisan”.
“Engkau tanya tentang apanya?”
“Aku tanyakan kepada kalian tentang pohon-pohon kurmanya, apakah masih berbuah?”
“Ya”
“Ingatlah bahwa hampir-hampir ia tak akan berbuah lagi. Kabarilah aku tentang Danau Thabariyyah!!”
“Apanya yang kau tanyakan?”
“Apakah di dalamnya masih ada air?”
“Danau itu masih banyak airnya”
“Ingatlah, sesungguhnya airnya hampir-hampir akan habis. Kabarilah aku tentang mata air Zughar”
“Apanya yang kau tanyakan?”
“Apakah di dalam mata air itu masih ada air? Apakah penduduknya masih menanam dengan memakai air dari mata air itu?”
“Ya, mata air itu masih banyak airnya dan penduduknya masih bercocok tanam dari airnya”
“Kabarilah aku tentang Nabinya orang-orang Ummi, apa yang ia lakukan?”
“Dia telah keluar dari Kota Makah dan bertempat tinggal di Yatsrib (Madinah)”
“Apakah ia diperangi oleh orang-orang Arab?”
“Ya”
“Apa yang ia lakukan pada mereka?”
Lalu mereka memberitahu Dajjal bahwa sungguh Nabi Muhammad telah berkuasa atas orang-orang yang ada di sekitarnya dari kalangan Arab dan mereka menaatinya”
“Apakah hal itu sudah terjadi?”
“Ya”
“Ingatlah bahwa hal itu lebih baik bagi mereka untuk menaatinya. Sekarang aku kabari kalian bahwa aku adalah Al-Masih (yakni, Al-Masih Ad-Dajjal). Sungguh aku hampir diberi izin untuk keluar. Aku akan keluar, lalu berjalan di bumi. Aku tak akan membiarkan suatu negeri, kecuali aku injak dalam waktu 40 malam, selain Makkah dan Thaibah. Kedua kota ini diharamkan bagiku. Setiap kali aku hendak memasuki salah satunya diantaranya, maka aku dihadang oleh seorang malaikat, di tangannya terdapat pedang terhunus yang akan menghalangiku darinya. Sesungguhnya pada setiap jalan-jalan masuk padanya ada malaikat-malaikat yang menjaganya”

Fatimah binti Qais berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda seraya menusuk-nusukkan tongkatnya pada mimbar, “Inilah Thaibah, Inilah Thaibah, Inilah Thaibah, yakni kota Madinah. Ingatlah, apakah aku telah menceritakan hal itu kepada kalian?”

Orang-orang pun berkata, “Ya”. (HR. Muslim)

***

Danau Thabariyyah yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah danau Tiberias. Salah satu tanda menjelang munculnya Dajjal adalah mengeringnya danau Tiberias.

Mantan Mufti Mesir Syaikh Dr Ali Goma mengatakan, Danau Tiberias mulai surut. Danau yang menjadi sumber utama air bersih bagi Israel itu mulai mengering pada 2012 lalu. Pemerintah Israel sempat panik karena danau Tiberias diperkirakan hanya akan bertahan sepuluh tahun. Pada 2022, danau itu diprediksi akan benar-benar kering dan tidak dapat diambil airnya. Karenanya sekarang Israel mencari sumber air di wilayah Lebanon.

Sedangkan mata air Zughar menurut Syaikh Dr Ali Goma juga sudah mulai surut. Ia terletak di sebuah desa di dekat Laut Mati di Jordania. (Baca: Ini 3 Tanda Kiamat Kubra yang Sudah ‘Dilihat’ Ulama Mesir)
http://bersamadakwah.net/ini-3-tanda-kiamat-kubra-yang-sudah-dilihat-ulama-mesir/

Situs discoveringislam.org yang berbahasa Inggris bahkan menyimpulkan, Dajjal akan keluar pada 2022. “Berdasarkan analisis dari Qur’an dan hadits,” kata situs itu yang agaknya juga merujuk pada tahun keringnya Danau Tiberias.

Benarkah Dajjal akan muncul pada tahun 2022? Wallahu a’lam bish shawab. Tidak ada yang bisa memastikannya. Apalagi analisa keringnya Danau Tiberias pada tahun 2022 itu berasal dari Israel. Namun jika benar Danau Tiberias kering pada tahun 2022, mungkin tak lama setelah itu Dajjal akan muncul. Wallahu a’lam bish shawab. [Ibnu K/Tarbiyah.net]
Sumber : tarbiyah.net

Subhanallah.. Membaca 5 Lembar Terjemahan Al-Qur'an Menjadi Jalan "Vokalis Last Child" Ini Untuk Masuk Islam..


Hidayah bisa datang pada siapa saja dari arah yang tak pernah disangka-sangka. Hanya karena hal kecil yang tak terduga, seseorang bisa memutuskan untuk menjadi mualaf.
Begitu pula yang dialami oleh Virgoun. Pada tahun 2013 lalu, vokalis band Last Child ini memutuskan untuk menjadi seorang Muslim.
 
Kisahnya pun cukup sederhana namun menyentuh. Awalnya, ia hanya kerap membicarakan soal agama dengan kakak dari istrinya. Hingga suatu ketika dia ditantang untuk membaca terjemahan Alquran.

Tanpa pikir panjang, Virgoun pun menerima tantangan tersebut. Ia membaca lembar demi lembar terjemahan Alquran. Namun, baru membaca lima lembar saja dia sudah bisa menyimpulkan isi Alquran. 

Sejak saat itulah Virgoun tertarik untuk belajar tentang Islam. Dia mencoba menyelami lebih dalam apa itu Islam dan apa yang diajarkannya.

Virgoun juga tak sungkan untuk bertanya tentang Islam pada orang-orang yang dianggapnya lebih paham. Bahkan, dia juga mempelajari sejumlah kajian Islam dari berbagai sumber.
Sejak menerima tantangan itu, hanya butuh waktu 8 bulan bagi Virgoun untuk memutuskan menjadi seorang Muslim.

Virgoun juga dipertemukan dengan Syekh Ali Jabber. Dari situ, pemahamannya tentang Islam makin bertambah. Mereka juga kerap bertukar pikiran tentang Islam dan agama yang sebelumnya dianut Virgoun.

“Dia (Ali Jabber) jabarin semuanya cerita sesungguhnya seperti apa, dan akhirnya saya minta dia jadi saksi syahadat saya,” tutur Virgoun ketika merayakan ulang tahun kedua putrinya, Starla, di Jakarta, Senin (22/5/2017) lalu, dilansir merdeka.com.

Setelah memutuskan untuk memeluk Islam, Virgoun terus belajar tentang Islam. Dia juga menikahi pujaan hatinya yang merupakan seorang muslim.

Virgoun menyebut bahwa Alquran sebenarnya merupakan buku manual tentang kehidupan manusia. Segala sesuatu, bahkan hal terkecil sekalipun telah tertuang dalam Alquran.

Meski keputusannya untuk menjadi seorang Muslim sempat ditentang keluarga besarnya, Virgoun mampu membuktikan bahwa Islam telah merubahnya.
Dia yang dulunya urakan dan gemar hura-hura, kini lebih menjaga tutur katanya dan makin menghormati orang-orang yang lebih tua. Oleh karena itu, keluarga besarnya pun percaya bahwa Islam memberikan pengaruh positif untuk kehidupan Virgoun. 

Sumber : suratkabar.id

Saat Imsak Masih Boleh Sahur, Inilah Penjelasannya...



Imsak berasal dari bahasa Arab yaitu amsaka-yumsiku-imsak yang artinya menahan. Menahan ini maksudnya menahan diri dari sahur hingga masuk waktu sahur.

Namun, sebagian orang mengartikan bahwa waktu imsak itu sebagai tanda berhentinya makan dan minum ketika sahur. Sehingga banyak orang yang tergesa-gesa ketika mendengar imsak dari masjid atau musala.

Padahal menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin dalam buku Majelis Bulan Ramadhan, orang yang berpuasa masih boleh makan dan minum hingga ia meyakini terbitnya fajar.

"Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (QS Al Baqarah: 187).

Terbitnya fajar dapat diketahui melalui penglihatan secara langsung dari arah ufuk atau dari adzan. Kalau fajar telah terbit, maka orang yang ingin berpuasa tadi segera menahan diri dari makan dan minum serta niat di dalam hatinya. Tidak perlu melafazhkan niat karena hal itu adalah bidah. [ded]

Sumber : merdeka.com

Subhanallah! Bikin Juri Internasional Gemes, Beginilah Cara Musa Hafal Alquran!



Sharm El-Sheikh, (gomuslim). Memang sepi dari pemberitaan media massa nasional, tetapi kemenangan bocah cadel ini dalam Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) International di Sharm El-Sheikh, Mesir yang dihelat pada 10-14 April 2016 lalu justru menarik perhatian dunia. Presiden Mesir langsung dijadwal memberi hadiah pribadi secara langsung, demikian juga Presiden Joko Widodo dari tanah air mengucapkan selamat kepada La Ode Musa (7), peserta termuda dan postur terkecil yang berhasil melampaui 80 peserta dari 60 negara lain.

"Kita bangga dg prestasi Musa La Ode Abu Hanifa, hafidz 7 tahun pada Musabaqah Hifzil Quran di Mesir -Jkw" cuit Kepala negara di akun Twitter @jokowi, Minggu (17/4).
Seperti diberitakan, Musa berangkat ke Mesir pada 9 April lalu untuk mengikuti MHQ Internasional. Keberangkatan Musa ditunjuk Kementerian Agama yang mendapatkan undangan dari Kementerian Wakaf Mesir dalam kompetisi MHQ Internasional. Ada tiga cabang yang, yaitu: cabang hafalan 30 juz dewasa beserta tafsir, cabang hafalan 15 juz dewasa beserta tafsir, dan cabang hafalan 30 juz untuk anak-anak. Pada lomba terakhir inilah Musa menggemparkan dunia.

Bocah istimewa ini membuat takjub dan gemas para dewan hakim MHQ Internasional karena penampilan Musa memang berbeda dengan peserta lain. Belum fasih bicara tetapi hafalannya kuat luar biasa. Usia paling muda, tubuh paling kecil dan terlihat paling lugu. Musa akhirnya dinyatakan menjadi juara III, dengan predikat istimewa karena lawannya rata-rata berusia 10 tahun. Kekurangan Musa dibanding lawan tandingnya adalah dalam hal pelafalan mahraj huruf hijaiyyah karena Musa belum dapat membuyikan huruf ‘R’ atau ‘ra-ri-ru’. Usai dinyatakan sebagai pemenang, para juri tidak kuasa menahan ingin menggendong bocah istimewa ini.

Musa mendobrak rekor. Bagi sebagian orang, kisah anak kecil mampu manghafal 30 juz Alquran dalam usia 7 tahun hanya ada dalam cerita kecerdasan Imam Syafi’i, tetapi sejak tahun lalu publik terbelalak melihat Musa yang baru berumur 5,8 tahun sudah menyelesaikan 29 juz hafalan dan saat ini dalam usianya yang belum genap ketujuh tahun, sudah dua kali memenangkan lomba hafalan Alquran tingkat internasional di Jeddah dan Mesir.

Dengan suara kanak-kanaknya yang belum tuntas di huruf ‘R’ itu, dia menyelesaikan semua jenis pertanyaan dengan baik. Musa dinilai telah sempurna menyelesaikan hafalan 30 Juz Alquran dan setelah dilakukan penilaian menyeluruh dari semua perserta antara lain dari Mesir, Sudan, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Chad, Aljazair, Mauritania, Yaman, Bahrain, Nigeria, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Australia, Ukraina, dan negara-negara lainnya, Musa dinobatkan sebagai juara III MHQ Internasional di Mesir. Kekurangan Musa hanya satu, kurang jelas atau kurang fasih dalam pengucapan huruf akibat cadel bawaan lahir, adapun keunggulanya adalah dia paling kuat hafalan dan paling kecil atau paling muda usia dibanding lawan tandingnya yang rata-rata di usia 10 tahun.

Atas presitasnya ini,  Musa mendapat undangan kehormatan dari pemerintah Mesir pada peringatan Malam Lailatul Qadar pada Ramadhan  1437 H/ 2016 ini. Presiden Mesir atas nama negara akan memberikan penghargaan secara langsung kepada Musa. Pemerintah Mesir akan menanggung biaya tiket dan akomodasi selama mereka berada di Mesir.
Para juri heran, Musa yang tidak bisa berbahasa Arab, tapi menghapal Alquran dengan sempurna, jelas Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kairo, Lauti Nia Astri Sutedja dalam rilisnya kepada media.

Proses lomba terbagi dalam dua tahap. Peserta yang lolos tahap pertama masuk pada tahap kedua. Musa menjadi salah satu dari enam peserta lainnya yang mengikuti tes tahap kedua. Peserta lainnya ada yang berasal dari  Meuretania, Mesir, dan negara Muslim lainnya. Dan Musa satu-satunya peserta yang dapat menjawab pertanyaan dengan lancar tanpa salah, lupa, dan tanpa di bel tanda teguran. Musa mendapatkan nilai Mumtaz yakni 91,17 poin dari 100 nilai sempurna


Siapa La Ode Musa?

Sejak muncul di televisi nasional dalam ajang Tahfidz Indonesia pada bulan Ramadhan 2014, nama La Ode Musa, biasa disapa Abang Musa langsung menjadi pembicaran umat Islam di tanah air. Saat itu, para juri seperti  Syekh Ali Jabeer meneteskan air mata, haru melihat anak yang belum genap 6 tahun sudah mampu menghafal Alquran secara maksimal. Demikian juga Ustadz Amir Faishal sampai tidak bisa menahan diri, ia langsung menuju panggung dan mencium tangan Musa. Yang dicium belum faham dengan yang sedang terjadi, dia cuek sambil senyum-senyum kecil seperti tidak tahu bahwa masyarakat terbelalak dengan kemampuan hafalnya.

Siapakah dia? Dari namanya seperti orang Sulawesi Tenggara karena menggunakan Laode, tetapi ternyata dia adalah bocah kelahiran Sumatera, putra dari pasangan Laode Abu Hanifa (34) dan Yulianti (29). Lahir di Bangka Barat pada 26 Juli 2008. Musa adalah anak pertama dari empat bersaudara. Adiknya Lukman (5) Hindun (3) dan Zainal (1). Seperti layaknya anak kecil, musa pun mengalami kesulitan saat pertama belajar Alquran. 

Namanya terkenal ke khalayak ramai baik di dalam negeri maupun luar negeri seperti di Malaysia dan Singapura. Musa lalu dikirim untuk mengikuti perlombaan hafalan Alquran tingkat Internasional di Jeddah, Arab Saudi. Musa menjadi yang termuda dalam ajang tersebut dan menduduki peringkat ke-12 dari 25 peserta yang ikut bertanding. Musa mendapatkan nilai Mumtaz yakni 90,83 poin dari 100 nilai sempurna dan ketika itu juga hanya kalah dalam hal pelafalan huruf yang belum sesuai akibat cadel.

Pada bulan Agustus 2014, Musa memperoleh piagam penghargaan tingkat nasional dari MURI sebagai Hafiz Al-Quran 30 Juz termuda di Indonesia.
Selain menghafal Alquran Musa sudah hafal ‘Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits ust Abdul Hakim bin Amir Abdat, dan telah selesai Durusul Lughoh. Sekarang sedang menghafal Bulughul Maram. Semua program menghafalnya Musa dilakukan mandiri oleh Abu Musa di rumah saja!

Bagaimana Musa kecil sudah demikian hebat, mampu menghafal Alquran dan kitab-kitab hadits? Berikut 11 cara yang dilakukan orang tua Musa:
  1. Pada awalnya Musa kata beliau juga sulit menghafal sebagaimana umumnya anak, namun dengan ketekunan akhirnya hafal juga. Kunci paling penting adalah Murajaahnya alias mengulang-ulang hafalan. Perlu diketahui juga Abu Musa tidak hafal semua itu, namun bisa menjadikan Musa hafal dengan kuat.
  2. Pergaulan dijaga. Bisa dikatakan Musa kurang bergaul dengan banyak anak, karena memang niat Abinya untuk menjaga hafalan.
  3. Tidak didekatkan dengan Televisi. Musa sangat dijaga jangan sampai nonton televisi.
  4. Makanan dijaga. Sari kurma, madu dan propolis selalu diberikan kepada Musa dan adik-adiknya. Menghafal membutuhkan banyak energi!
  5. Rutinitas harian Musa adalah: Pagi setengah jam sebelum subuh, tahajud menjadi imam untuk adik-adiknya. Kemudian Subuh berjamaah di masjid. Setelah Subuh murajaahnya sampai pukul 09.00 pagi. Musa kuat murajaah 10 juz dalam sehari secara rutin!
  6. Pukul 09-10 Makan pagi dll.
  7. Pukul 10- Dhuhur: Tidur siang. Tidur ini hukumnya wajib untuk Musa.
  8. Habis Dhuhur nambah hafalan baru sampai Ashar.
  9. Bada Ashar, mulai menghafal Bulughul Maram.
  10. Pukul 17.00 -maghrib: Waktu bermain
  11. Maghrib-Isya: Ikut taklim Abinya. Sebelum Abinya nyampaikan taklim, Musa mengawali dengan membaca hafalannya. Dan terkadang hadirin dipersilakan bertanya mengetes. Ini berjalan hampir setiap hari. 

Negeri Penghafal
Kemenangan Musa dari Indonesia dalam MHQ di Mesir sungguh mengharumkan nama bangsa. Seluruh dunia Islam menjadi paham, bahwa di Indonesia ini sedang berkembang tunas-tunas muda Duta Alquran.

Namun sampai saat ini Mesir masih memegang rekor terbanyak melahirkan penghafal Alquran. Negeri Mesir memiliki jumlah penghafal 30 juz Alquran terbanyak di dunia. Berdasarkan data Kementerian Wakaf Mesir, pada tahun 2015 terdapat 12,3 juta penduduk negeri 1000 menara atau sekitar 18,5 persen dari total 67 juta jiwa penduduk adalah penghafal Alquran.

Jumlah hafizh Quran dari kalangan anak-anak hingga usia 25 tahun mencapai 2,4 juta hafidz. Dari usia 26 – 55 tahun sebanyak 6,2 juta hafizh dan di atas usia 56 tahun terdapat 3,7 hafidz. Jika dilihat dari jenis kelamin, sebanyak 8,5 juta penghafal Alquran adalah pria. Sedangkan sisanya sebanyak 3,8 juta adalah perempuan hafizhah.

Musa adalah pendorong makin banyaknya orang tua mendidik putra-putrinya sebagai penghafal Alquran. Belum lama ini sejumlah perguruan tinggi negeri di berbagai kota membentangkan karpet merah kepada calon mahasiswa yang sudah memiliki hafalan Alquran. Demikian juga profesi seperti polisi di sejumlah Polda juga menerapkan kebijakan afirmatif bagi pendaftar yang memiliki hafalan Alquran. Tidak mustahil, anak lahir banyak lagi Musa di tanah air, dan saat itulah posisi rekor jumlah penghafal terbanyak akan diraih Indonesia.

Sumber : gomuslim.co.id

Alhamdulillah.. Ternyata Bos MASPION Ini Seorang Mu'alaf!

Para Petinggi Maspion : Herman Halim (Sebelah kiri) Bersama Alim Markus (Tengah)

Allah memang berhak untuk membuka hati siapa saja untuk menerima ajaran Islam secara kaffah. Begitu juga dengan Herman Halim (Petinggi Maspion bersama Markus Halim), Presdir Bank Maspion ini terbuka hatinya dan memutuskan untuk menjadi Muslim. "“Saya masuk Islam Tanggal 27 Agustus. Saya bersyahadat di Masjid Ceng Hoo Surabaya dan disaksikan oleh banyak orang",” tuturnya kepada NURANI saat ditemui di kantornya.


Herman Halim

Ketertarikan Herman Halim akan Islam memang berangkat dari perenungan panjang. Namun, ia mengaku lebih banyak dipengaruhi Andrew anak keduanya.

Herman menerangkan bahwa saat dirinya bersyahadat, ia tidak disertai dengan keluarganya. “Saya berangkat ke sana sendiri. Untungnya, teman saya di PITI Masjid Ceng Hoo banyak. Jadi sudah dipersiapkan. Bahkan Pak Ali Markus, memberikan selamat ketika saya sudah bersyahadat,” terangnya sambil tersenyum.

Saat ditanya tentang tanggapan keluarga ketika dirinya menjadi Muslim, Herman Halim menerangkan bahwa pihak keluarga sebenarnya mengkritik, namun tidak berani secara frontal. “Setahu saya, mereka hanya berani mengkritik atau menyindir. Mereka tidak berani bertanya secara frontal. Mungkin karena saya saudara tertua. Jadi mereka segan dengan saya,” ungkapnya.

Ditanya soal ketertarikannya kepada Islam, pemilik nama Lim Xiao Ming ini mengatakan bahwa dirinya mengenal Islam sejak enam tahun lalu, dari kesukaannya membaca buku-buku agama. “Saya memang senang membaca segala buku agama, mulai dari agama Budha, Kong Hucu, Kristen, dan Islam,” terangnya.

Ayah dua anak ini mengatakan bahwa dari kesukaannya membaca buku-buku agama inilah dia mulai menyerap intisari dari agama. “Dari pembacaan dan perenungan semua intisari agama yang saya serap, bahwa semua agama itu benar dan mengajarkan kebaikan (namanya juga mualaf – amanah). Cuma penyampaiannya bermacam-macam,’ terangnya

Setelah merenung sekian lama, akhirnya pimpinan Bank Maspion ini memilih Islam menjadi keyakinannya setelah ia memeluk agama Kristen. “Saya melihat Islam adalah agama terakhir, dan ia mengambil dari semua intisari agamayang telah ada. Sehingga ajaran Islam begitu lugas dan mudah diserap secara kaidah,” terangnya.

Ketika ditanya tentang latar belakang agama keluarga Herman Halim, ia menjelaskan bahwa keluarganya memeluk beberapa agama. “Dalam keluarga saya tidak fanatik memeluk satu agama. Saya dulu agamanya Kristen. Sedangkan saudara saya ada yang Budha ada juga yang Kong Hucu. Malah, istri saya beragama Budha,” terangnya.

Sikap inilah yang dipegang teguh Herman Halim dalam membentuk karakter keluarganya. Bahkan soal menganut agama, ia tidak pernah memaksakan kepada kedua anaknya. “Anak saya, saya bebaskan dalam memilih agama. Saya tidak pernah melarang hal itu,” ujarnya.

Terpengaruh Anak
Ketertarikan Herman Halim akan Islam memang berangkat dari perenungan panjang. Namun, ia mengaku lebih banyak dipengaruhi Andrew anak keduanya. Awalnya Herman Halim keget dan menanyakan tentang keinginan anak keduanya memeluk agama Islam. Namun, Andrew bisa meyakinkan ayah dan keluarganya tentang niatnya menjadi Muslim.

“Apa perbedaannya dengan agama yang kamu yakini selama ini ?” tanya Herman Halim kepada Andrew saat itu. “Saya pernah mencoba memeluk beberapa agama. Namun Islamlah yang membuat saya lebih tenang dan pas. Dan saya bisa lebih gampang menangkap ajaran Islam daripada yang lain,” ujar Herman yang menirukan pendapat Andrew.

Dari diskusi antara anak dan ayah inilah, Herman terus mencari dan mencari jawaban atas argumen yang dikemukakan oleh Andrew. “Saya mengenal Islam lebih banyak setelah Andrew menerangkan kepada saya dan keluarga tentang ajaran Islam sesungguhnya,” ujarnya.

“Saya juga heran, padahal ia sejak kecil sudah ada di Australia . Namun ia begitu kuat saat menerangkan tentang bagaimana ajaran Islam,” tambahnya. Herman menerangkan, dalam menjelaskan agama Islam, Andrew Halim ini membawa Al Quran dan Injil. “Ia membandingkan antara ayat per ayat. Bahkan, beberapa dari paman dan bibinya tidak bisa menyela dan menjawab pertanyaan Andrew,” terangnya.

Dari pertemuan antara Andrew dan keluarga yang juga dihadiri oleh Herman Halim itulah akhirnya wacana tentang kebenaran Islam mulai terungkap. “Sejak itu saya jadi tekun belajar Islam. Saya baca Al Quran yang terjemahan dari Bahasa Inggris dan Tionghoa. Saya terus mencari apa yang dikatakan Andrew,” terangnya.

Menurut Herman Halim, Andrew bukan tipe orang yang mudah percaya dengan sesuatu. “Andrew itu, untuk percaya dan yakin biasanya sudah melalui penelitian dan perbandingan antara baik dan buruknya,” terangnya.

Makanya, Herman Halim yakin bahwa apa yang diyakini anaknya adalah suatu kebenaran yang pasti. “Saat saya beritahu saya menjadi Muslim, ia begitu senang. Ia menyebut lafal Allahu Akbar berulang-ulang. Ia begitu senang saya masuk Islam,” paparnya.

Lebih Tenang
Herman Halim saat ini mengaku lebih tenang batinnya setelah mengucapkan dua kalimat Syahadat. “Pertama kali saya melaksanakan salat, hati saya rasanya tenteram dan damai. Tidak pernah saya merasakan hal seperti ini sebelumnya. Meski saya tidak fasih cara melafalkan Arabnya, namun saya tahu arti Bahasa Indonesianya,” paparnya sembari memejamkan mata.

“Saat shalat hati saya damai, sehingga bisa melepas kejenuhan dan stres saat bekerja. Saya lebih mantap dalam mengerjakan tugas-tugas kerja,” tambahnya.

Yang paling menarik bagi bagi pemilik nama asli Lim Xiao Ming ini dalam mempelajari Islam adalah cara menghafal bacaan salat. “Kalau salatnya sih sudah bisa dipelajari. Tapi kalau melafalkannya, ini saya masih kaku. Butuh waktu yang banyak,” ujarnya. “Kalau lupa bacaannya, bukunya saya baca, lalu saya kembalikan lagi. Lucu pokoknya kalau melihat saya belajar salat,” tambahnya sambil tertawa.

Namun, Bapak dari Albert Halim dan Andrew Halim ini tidak menyerah. Ia bertekad untuk bisa melafalkan bacaan Al Quran serta belajar membaca Al Quran. “Saya berencana mendatangkan guru privat Bahasa Arab. Dan saya ingin sekali bisa melafalkan bacaan salat,” niatnya. (Tabloid NURANI)

(*) Diambil dari kumpulan kisah mualaf tabloid Nurani, yang diterbitkan ke dalam buku Hidayah Allah untuk Para Pendeta, JP Books, Surabaya .


Sumber : Journey to Islam Oleh : Redaksi Swarmuslim, 24 Sep 2007

Wajib Diketahui! Inilah 33 Alasan Mengapa Syiah di Indonesia Sesat..!


Peneliti Syi’ah dari Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) Surabaya, Kholili Hasib, M.A mengungkapkan beberapa fakta tentang Syiah.
1.Sebelum membahas kekeliruan Syiah harus kita pahami dahulu bahwa Syiah Indonesia adalah Syiah Itsna Asyariah bukan Zaidiyah.
2. Syiah Itsna Asyariyah adalah Syiah yang percaya 12 Imam atau disebut Imamiyah. Syiah ini yang mayoritas ada di dunia termasuk rezim yang berkuasa di Iran.
3. Syiah Imamiyah inilah yang disebut Rafidhah. Karena mereka mencaci bahkan mengkafirkan para sahabat Nabi. Syiah Zaidiyah bukan Rafidah karena tidak mencaci sahabat.
4. Ciri khas utama Syiah ada dua yakni kultus berlebihan pada Ali serta keturunannya dan pelecehan terhadap sahabat Nabi.
5. Saya menyimpulkan dua ciri khas utama itu adalah wordlview-nya Syiah. Semua aspek dalam agama pasti berpangkal pada dua hal tsb.
6. Silahkan yang mau membuktikan pemikiran Syiah tentang al-Qur’an, hadits, politik, fiqih diasaskan oleh kultus Ali dan benci kepada para sahabat.
7. Konsep ketuhanan juga dipengaruhi ideologi kultus imamah. Konsep ke esa an Syiah berbeda dengan konsep ke esa an dalam Islam
8. Kitab al-Kafi-kitab hadits syiah yang utama menjelaskan bahwa yg dimaksud musyrik adalah menyekutukan imam Ali dengan imam yg lain.
9. Lebih jelas lagi dalam kitab Bihar al-Anwar,kitab rujukan Syiah, yg mengatakan “Siapa saja tidak percaya Ali adalah Imam pertama adalah kafir.”
10. Jadi yang dimaksud syirik bagi Syiah bukan sekedar menyekutukan Allah tapi juga menyekutukan Ali dalam hal kepemimpinan.
11. Jadi syiah itu sejatinya golongan takfiriyah yang sebenarnya. Mengkafirkan kaum muslimin karena tidak mengangkat Ali sebagai imam pertama.
12. Non Syiah, orang selain Syiah mereka sebut nawashib. Sebutan hina. Nawashib menurut imam-imam mereka halal hartanya.
13. Syiah menyesatkan para aimmatul madzahib imam madzhab yang empat, Ahlussunnah. Mereka disebut ahlul bid’ah, kafir dan sesat (kitab al-Syiah hum Ahlussunnah).
14. Istri tercinta Nabi,Aisyah, disesatkan. Imam Thabrasi mengatakan kemuliaan Aisyah gugur karena melawan Ali, dia ingkar kepada Allah.
15. Syiah mengkafirkan sahabat. Menurut mereka hanya 3 sahabat yang Islam yakni Abu Dzar, Salman, dan Miqdad.
16. Kenapa Syiah menghalalkan mut’ah. Lagi-lagi karena yg meriwayatkan haramnya mut’ah itu Umar bin Khattab. Karena kebenciannya itu haditsnya ditolak.
17. Kenapa Syiah menolak mushaf utsmani sebagai al-Qur’an? Karena yang menyusun itu Utsman yg mereka benci.
18. Dalam kitab Thaharah, Khomaini menyebut sahabat itu lebih jijik daripada anjing dan babi.
19. Syaikh Shoduq ulama Syiah, mengatakan darah nawasib (muslim sunni) itu halal.
20. Imam Khomaini pernah berfatwa bahwa nawasib itu kedudukannya sama dengan musuh yang wajib diperangi (ahlul harb).
21. Karena itu cara tepat mengenal Syiah itu dengan menelaah kitab-kitab induk mereka. Karena itu ajaran mrk sesungguhnya.
22. Jangan terkecoh dengan buku-buku Syiah sekarang. Karena penuh propaganda, intrik dan pengelabuan.
23. Syiah punya rukun agama bernama taqiyah. “La dina liman la taqiyata” artinya tidak beragama yang tidak taqiyyah, disebut dalam al-kafi.
24. Karena taqiyah itu, Imam Syafii berpesan bahwa golongan yang paling banyak bohongnya itu Syiah.
25. Maka jangan heran jika mereka mengaburkan fakta-fakta Syiah Sampang. Karena itu bagian dari aqidah. Teologi kebohongan itulah taqiyah.
26. Waspadalah Syiah punya sayap militan. Mereka pernah mau kirim relawan ke Suriah bantu rezim Asad.
27. Seorang pengurus PBNU pernah menulis, Syiah Indonesia sedang siapkan konsep imamah di Indonesia. Dalam arti mereka sedang siapkan revolusi
28. Syiah membahayakan NKRI. Ada fatwa Khomeini yang mewajibkan Syiah untuk revolusi di negara masing-masing.
29. Gerakan Syiah didukung kelompok liberal. Pokoknya segala aliran yang rusak dan sesat yang dilekatkan pada Islam didukung Syiah. Mereka sekarang bersatu.
30. visi Syiah-liberal hampir sama dalam hal pelecehan terhadap sahabat nabi dan meragukan al-Qur’an.
31. Liberal punya ideologi relativisme. Ternyata Syiah dalam kampanye gunakan ideologi tersebut untuk kelabuhi Sunni.
32. contoh relativisme Syiah adalah, kampanye Sunnah-Syiah sama saja. Sama Tuhan dan Nabinya. Ini mencontek kaum liberal.
33. Filsafatnya orang Syiah ternyata juga berujung pluralisme dan pantaeisme. FiIsalafatnya mengadopsi paripatetik.
34. Demikianlah fakta-fakta Syiah. Jika muslim anti liberal maka seharusnya juga anti Syiah. Mereka sama-sama ideologi perusak Islam.
35. Semoga kita dan keluarga kita dilindungi dari makar Syiah dan Liberal. 
(arrahmah.com/syiahindonesia.com)